978 KK Terima Bansos Khusus Covid-19

Mirajuddin. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa melalui Dinas Sosial (Disos) terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) khusus covid-19 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sejauh ini, tercatat sudah 978 KK yang mendapatkan bantuan tersebut. Mulai dari pencairan tahap 1 sampai tahap 5.

“Untuk Bansos khusus Covid-19 Tahun 2021 sudah dilakukan penyaluran sebanyak 978 KK. Terbagi dalam  5 SK, dengan rincian SK Pertama 451 KK, kedua 162 KK,  ketiga 107 KK, keempat 98 KK dan kelima 160 KK,” ujar Kepala Disos Sumbawa melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Limjamsos), Mirajuddin, S.T.

Iklan

Saat ini, jelasnya, sedang berproses untuk pencairan tahap enam dan tujuh. Terhadap tahap enam bansos berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu ini diberikan untuk 186 orang/Kepala Keluarga (KK). Saat ini sedang dalam proses pengajuan pencairan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat. Sementara untuk tahap tujuh dalam proses penetapan Surat Keputusan (SK) Bupati untuk 291 orang/KK. “Saat ini sedang berproses pengajuannya di BKAD tahap enam untuk 182 Kk, dan  tahap tujuh sedang berproses penetapan SK-nya dengan jumlah 291 KK,” terangnya.

Terkait bansos covid-19 ini, diakuinya, ada beberapa kendala. Salah satunya saat verifikasi data keluarga penerima manfaat. “Sejauh ini kendala pada saat verivikasi di keluarga penerima. Katakanlah ada anggota keluarga A yang sudah kena di bulan Januari kemudian di bulan Agustus kemarin ada anggota keluarga lain yang tidak dapat dan itu yang harus kita teliti. Supaya tidak double dalam keluarga itu dapat 2 orang,” bebernya.

Selain itu, juga banyaknya penerima yang tidak memiliki rekening bank. Sehingga pihaknya harus membuat rekening kolektif di bank. Pembuatan rekening tersebut, menurutnya membutuhkan waktu yang cukup lama. “Terkait masalah penyaluran, masih banyak masyarakat yang belum punya rekening. Maka harus kita buat rekening kolektif di bank, dan itu kadang butuh waktu yang cukup lama,” lanjutnya.

Adapun bansos khusus ini akan terus bergulir selama masih adanya pasien positif covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR maupun Rapid Antigen. Terkait pasien covid-19 yang meninggal dunia, tetap mendapatkan bantuan ini. “Pasien covid hanya diberikan sekali dalam setahun. Dan yang meninggal dunia tidak ada pengecualian yaitu Rp 600 ribu yang diberikan,” sebutnya.

Bantuan ini diharapkan  bisa bermanfaat bagi keluarga penerima. Bantuan ini merupakan penganti biaya hidup selama mereka melakukan isolasi. “Harapan kita agar bisa dimanfaatkan sebaiknya, sehingga bisa digunakan secara maksimal,” pungkasnya. (ind)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional