96 Kades Dilantik, Suhaili : Jangan Ada Dendam Politik

Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., melantik kades baru di bencingah Adiguna Praya, Kamis, 27 Desember 2018

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 96 kepala desa (Kades) terpilih hasil gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 27 Desember 2018, diambil sumpah jabatannya. Ditambah pejabat Kades antar waktu Desa Bleke Praya Timur. Sehingga total ada 97 kades yang diambil sumpah jabatanya.

Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan para kades tersebut, bertempat di bencingah Adiguna Praya.  Pada kesempatan tersebut, Bupati Loteng, mengingatkan kepada para kades akan hakekat sebagai kades ialah pelayan masyarakat dan abdi negara. Untuk itu, para kades diminta agar bersungguh-sungguh menjalankan amanah yang diberikan oleh masyarakat.

Iklan

“Ingat sumpah yang anda (Kades,red) sudah ucapkan. Itu bukan hanya disaksikan oleh masyarakat tapi juga Tuhan yang maha kuasa,” tegasnya. Dikatakanya, dalam menjalankan tugasnya ke depan para kades juga diminta tetap rendah hati dan tidak sombong. Semua elemen masyarakat di desa harus dirangkul dengan baik. Dengan begitu, jalannya pembangunan di desa bisa berjalan dengan baik. Bahwa sekecil apapun peran elemen masyarakat didesa, harus bisa diakomodir.

Pada kades hendaknya meninggalkan pola-pola politik balas dendam. Karena politik semacam itu tidak akan pernah mendatangkan kebaikan. Justru kemudaratan, bukan hanya bagi kades semata tapi juga desa secara lebih luas. “Kalau ada aparat desa yang pada Pilkades lalu, punya pilihan berbeda. Jangan langsung diberhentikan dan diganti dengan yang baru. Pola itu tidak baik,’’ ujar Suhaili mengingatkan.

Lebih baik dirangkul, karena secara pengalaman aparat desa tersebut lebih berpengalaman. “Kalau kita mengangkat aparat desa yang baru. Akan butuh waktu lama untuk penyesuain. Lebih baik maksimalkan yang sudah ada. Jangan kemudian hanya karena ada dendam politik kemudian langsung diberhentikan dan diganti begitu saja,” tambahnya.

Terkait gelaran Pilkades serentak sendiri, mantan Ketua DPRD NTB melihat secara umum berjalan aman dan lancar. Kendati sempat ada gejolak di beberapa desa, namun secara umum sudah berjalan sesuai apa yang diharapkan. Karena bagaimanapun juga dalam kontestasi politik, pasti ada saja riak-riak kecil. Dan, itu satu hal yang wajar dan biasa terjadi dimanapun.

Namun yang paling penting dalam hal ini bahwa Pilkades yang baru lalu telah memberikan satu bukti. Bahwa masyarakat Loteng sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi. Itu bisa dilihat dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkades.

‘’Ke depan hal-hal baik yang diperoleh dalam pelaksaan Pilkades yang baru lalu, diharapkan bisa terus dipertahankan. Demi kemajuan bersama,’’ harap Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)