9,5 Ton Produk Lokal Gula Semut Diserap untuk JPS Mantap

Pelaku IKM H Mustaan dan Abdul Hadi saat mempersiapkan gula semut untuk diserap bantuan JPS mantap tahap III. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Lombok Barat (Lobar) bersyukur bisa diakomodir produk lokal gula semut untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap tahap III. Total gula semut yang diserap mencapai 9,5 ton dengan total 38 ribu packs yang akan dibagikan ke 10 kecamatan di Lobar. Diserapnya produk gula semut untuk JPS ini mampu menghidupkan lagi usaha mereka yang sebelumnya mati suri akibat dampak pandemi.

Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Desa Kekait Kecamatan Gunungsari H. Mustaan berterima kasih kepada Pemda Lobar yang telah mengakomodir pelaku usaha gula semut masuk item bantuan JPS Mantap.

Iklan

“Kami sangat terbantu dalam hal ini, yang sebenarnya dampak pandemi ini kami mengalami keterpurukan, baik dari segi pemasaran dan permodalan. Dengan diakomodirnya produk gula semut tidak kurang dari 9,5 ton yang dibutuhkan dengan 38 ribu packs berisi 250 gram per packs,” jelas dia.

Jumlah IKM dan petani yang terlibat mencapai ratusan orang. Di Kekait saja ada 314 petani aren yang bisa diakomodir lebih dari 60 persennya atau sekitar 160 orang. Ditambah lagi di kecamatan lain, seperti Lingsar, Batulayar dan Narmada bisa mengangkat. Dampak positifnya pemasaran gula aren ini  bisa lebih lancar  dibanding sebelumnya awal pandemi Corona. Harga jual gula aren ini dari pemerintah Rp 25 ribu dikalikan 38 ribu packs, maka totalnya mencapai Rp950 juta. “Ini sangat membantu IKM dan petani aren,”ujar dia.

Pelaku IKM Abdul Hadi asal Langko Lingsar mengatakan total produk gula semut yang diserap untuk JPS mencapai 9,5 ton lebih dengan jumlah IKM dan petani aren dan lain-lain yang terlibat mencapai ratusan orang. Sejauh ini dampak Covid-19 pelaku IKM mati suri karena banyak produk gula aren ini tidak terbeli. “Bahkan terjadi penumpukan di setiap petani, karena tak bisa terjual (terkendala pasar). Sehingga kehadiran JPS mantap ini sangat berarti sekali,” jelas dia. Pihaknya pun sudah menyiapkan gula semut untuk JPS mantap, bahkan ia hanya butuh waktu 18 hari bisa memproduksi  9,5 ton.

Dalam sehari kata dia, para IKM yang terhimpun di LBS mampu memproduksi gula semuat 150 kilogram per hari. Ditambah IKM binaan di wilayah sekitar, terdapat puluhan IKM yang memproduksi gula semut dalam bentuk yang sudah jadi mulai dari 10 kilogram hingga ratusan kilogram, sehingga pihaknya tidak kesulitan mendapatkan bahan baku gula semut, karena petani aren banyak menjadi binaan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial L Marta Jaya mengatakan pihak pemda berkomitmen memberdayakan IKM dan menyerap produk lokal dalam penyaluran JPS Mantap Tahap III ini. “Kita akomodir gula semut, sudah ada kesepakatan antara  BUMde dengan IKM,”jelas dia.   (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here