90 Persen Rumah Warga yang Rusak Belum Tuntas Diverifikasi

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT menyebutkan, jumlah rumah yang rusak akibat gempa di Pulau Lombok mencapai 125.741 unit. Dari jumlah tersebut, baru tuntas diverifikasi sebanyak 11.782 unit sampai tanggal 19 Agustus 2018.

Belasan ribu unit rumah yang sudah selesai diverifikasi tersebut jumlahnya sama dengan sekitar 10 persen. ‘’Masih ada 90 persen lagi rumah rusak yang akan dilakukan verifikasi,’’ kata Sugihartha ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, kemarin.

Iklan

Ia mengatakan, belasan ribu rumah yang tuntas diverifikasi tersebut merupakan rumah warga yang rusak berat. Data yang diterima, lebih dari 70 ribu rumah warga yang rusak berat akibat gempa sejak 29 Juli hingga saat ini.

Data yang diperoleh ini kemudian dilakukan verifikasi oleh tim ke lapangan. Untuk memastikan secara riil kondisinya di lapangan. ‘’Verifikasi harus benar-benar diteliti. Jangan sampai kondisi-kondisi di lapangan tidak sesuai ketentuan,’’ ujarnya.

Dalam verifikasi ini, lanjut Sugihartha, dilakukan secara hati-hati. Untuk itu, verifikasi yang dilakukan tidak bisa terburu-buru. Karena ini menyangkut bantuan yang akan diterima masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa.

Sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah pusat. Warga yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta. ‘’Ini yang harus hati-hati. Sehingga tidak bisa waktu yang cepat-cepat selesai,’’ ujarnya.

Data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Lombok, sampai 22 Agustus 2018, gempa bumi yang meluluhlantakkan Pulau Lombok dan sebagian Sumbawa menyebabkan 555 orang meninggal dunia. Kemudian 402.529 jiwa warga mengungsi. Jumlah rumah yang rusak berat 76.765 unit, 1.229 fasilitas umum dan tempat ibadah rusak.

Daerah terparah kena dampak adalah Lombok Utara, sebanyak 466 jiwa meninggal dunia, 829 jiwa luka-luka, 178.122 jiwa mengungsi dan 23.098 rumah rusak. Kemudian Lombok Barat, 40 jiwa meninggal dunia, 399 jiwa luka-luka, 116.453 jiwa mengungsi dan 37.285 rumah rusak.

Lombok Timur, 31 jiwa meninggal dunia, 122 jiwa luka-luka, 104.060 jiwa mengungsi, 7.280 rumah rusak. Kota Mataram, 9 meninggal dunia, 63 luka-luka, 18.894 jiwa mengungsi dan 2.060 rumah rusak.

Lombok Tengah, 2 jiwa meninggal dunia, 3 jiwa luka-luka, 13.887 jiwa mengungsi dan 4.629 rumah rusak. Sumbawa Barat, 2 jiwa meninggal dunia, 60 luka-luka, 6.131 rumah rusak. Terakhir Kabupaten Sumbawa, 5 jiwa meninggal dunia, 2 luka-luka, 105 rumah rusak. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional