9.072 Pekerja NTB Pulang dari 36 Negara Selama Corona

TKI asal Lombok Timur di Bandara.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram telah mencatat kepulangan 9.072 pekerja asal NTB yang pulang dari 36 negara selama pandemi Covid-19 ini. BP2MI Mataram mencatat kepulangan para pahlawan devisa ini sejak 1 Januari 2020 hingga 30 September 2020 ini.

“Kami mendata kepulangan PMI dari bandara, dan pelabuhan. 8118 orang dari bandara, dan 954 dari pelabuhan,” kata Kepala BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa di ruang kerjanya, Senin, 12 Oktober 2020.

Jenisnya PMI yang dicatat BP2MI Mataram pulang ini, 7.613 habis kontrak/cuti, 712 bermasalah, 25 sakit dan 64 adalah jenazah. Statusnya adalah 7.631 adalah PMI, dan 783 orang adalah PMI unprosedural (ilegal).

Seluruhnya pulang terbanyak dari negara Malaysia sebanyak 5.594 orang, Hongkong 212 orang Singapura 138 orang. Italia 28 orang, Suriah 22 orang, Korea Selatan 18 orang, Oman 11 orang. Saudi Arabia 849 orang. Brunei Darussalam 158 orang, Taiwan 127 orang. Jepang  35 orang, Qatar 26 orang, Irak 25 orang. Turki 16 orang. UAE 562 orang, Amerika Serikat 140 orang. Jerman 62 orang, Bahrain 24 orang, Maldives 9 orang, Marocco 28 orang. Kuwait 6 orang.

Lalu Mesir 5 orang, Libya 6 orang, Makau 4 orang, Papua 3 orang, Prancis 3 orang. China 2 orang. Dan masing-masing 1 orang dari Jordan, Eritrea, Rusia, Australia, Hongaria, Yaman, Canada, Polandia dan Afrika Selatan. Abri menamabkan, kepulangan para PMI ini tersebar ke kampung halamannnya di sepuluh kabupaten/Kota di Provinsi NTB.  sebanyak 3.605 orang di Kabupaten Lombok Timur.  2.580 dari Kabupaten Lombok Tengah.

159 dari Kabupaten Dompu. 213 orang dari Kota Mataram. 152 orang dari Kabupaten Sumbawa Barat.  406 orang dari Kabupaten Bima. 1028 orang dari Kabupaten Lombok Barat.  648 orang dari Kabupaten Sumbawa. 236 orang dari Kabupaten Lombok Utara, dan 45 orang dari Kota Bima.

“Kalau sebelum pandemi kita tidak tau jumlahnya berapa yang pulang. Tahun ini BM2MI Mataram melakukan pencatatan untuk membantu pemerintah daerah memudahkan pengawasan dalam menekan virus corona,” terangnya.

Melihat sebaran negara penempatan para pekerja migran Indonesia, Abri mengatakan, pekerja dari Provinsi NTB memiliki kapasitas di luar negeri. diantaranya yang pulang ini bekerja di kapal pesiar berbendera Amerika. Ada juga yang bekerja di sektor pariwisata. Misalnya di Maldives.

“Sebetulnya SDM NTB mampu tidak hanya bekerja di ladang, atau rumah tangga. Buktinya ada ratusan yang bekerja sebagai ABK. Tinggal dikuatkan kompetensinya untuk bersaing di luar negeri,” demikian Abri. (bul)