80 Persen Kasus Kematian Pasien Corona di Lobar Akibat Penyakit Penyerta

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) mengambil langkah pencegahan dan penanganan Covid-19 yang kian bertambah di daerah itu. Salah satunya, Pemda melalui kecamatan hingga desa melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga yang memiliki indikasi kormobid (penyakit penyerta). Pasalnya, terdapat 75-80 persen kasus meninggal pasien Covid-19 disumbang oleh pasien komorbid. Pemda pun terus dipantau oleh tim kesehatan dengan melakukan home visit atau door to door ke rumah warga.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan pihaknya memperkuat strategi penanganan covid-19 di tingkat teknis. Karena melihat tren dari penularan covid-19 di Lobar, kalau melihat data semakin tinggi terutama pasien meninggal meningkat. Karena mengacu data orang meninggal. Yang komorbid (pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti gagal ginjal, darah tinggi dan diabetes, jantung, asma dan TBC).

Iklan

Semua camat sudah dan sedang melakukan langkah koordinasi dengan semua desa dan kadus untuk pendataan serta penanganan pasien komorbid tersebut. “Jadi pasien komorbid ini kita data dan tangani,” tegas dia.

Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada Dikes Lobar, Ahmad Taufiq Fathoni  mengatakan kasus fatal atau meninggal pasien covid-19 di Lobar didominasi warga komorbid. “Dari 36 pasien corona yang meninggal itu rata-rata 70-75 persen punya penyakit (komorbid),” ujarnya. Karena besarnya angka kasus meninggal pasien komorbid ini, pemda pun melakukan penanganan terhadap mereka yang punya penyakit penyerta tersebut.  Terkait penanganan warga komorbid ini, pihaknya dari sebelumnya intens menangani melalui puskesmas. “Dari dulu kami sudah melakukan penanganan,” klaimnya.   (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here