80 Persen Kasus Covid-19 di NTB Gejala Ringan dan OTG

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dan Dikes Kabupaten/Kota memutuskan pencatatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan domisili. Hal ini untuk menjawab komplain dari Kota Mataram mengenai banyaknya penambahan kasus positif dari masyarakat luar daerah, tetapi tercatat kasusnya di Kota Mataram.

‘’Tadi, kita sudah putuskan terkait dengan misalnya ada kasus seperti ini, berdasarkan domisilinya. Kita minta dicatat berdasarkan domisilinya,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 21 Juli 2021.

Iklan

Fikri menjelaskan, kadang-kadang alat pasien yang terkonfirmasi positif antara di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak sesuai dengan domisilinya. Sehingga, sekarang pencatatan kasus positif telah diputuskan berdasatkan domisili.

‘’Ketika ada hal yang berbeda, kemarin di Kota Mataram dan Lombok Barat. Itu kita fasilitasi melakukan verifikasi dan ini berjalan terus,’’ katanya.

Ke depan, kata Fikri, pendataan ini akan mengacu kepada sistem yang dibuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yaitu new all record (NAR). Dengan sistem ini, gap data juga akan semakin sedikit. ‘’Antara rilis manual dengan NAR, gapnya semakin kecil,’’ katanya.

Data Satgas Covid-19 Provinsi NTB, jumlah kasus terkonfirmasi positif  berdasarkan data Selasa, 20 Juli 2021, telah mencapai 17.998 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 5.099 kasus, Lombok Barat 2.188 kasus, Lombok Tengah 1.345 kasus, Lombok Utara 376 kasus, Lombok Timur 1.773 kasus, Sumbawa Barat 881 kasus, Sumbawa 2.102 kasus, Dompu 1.173 kasus, Bima 925 kasus, Kota Bima 1.326 kasus, WNA 10 kasus dan warga luar NTB 800 kasus.

Dari jumlah kasus sebanyak itu, 2.362 orang masih isolasi atau dalam perawatan. Dengan rincian, Kota Mataram 788 orang, Lombok Barat 360 orang, Lombok Tengah 109 orang, Lombok Utara 26 orang, Lombok Timur 82 orang, Sumbawa Barat 95 orang, Sumbawa 220 orang, Dompu 146 orang, Bima 251 orang, Kota Bima 124 orang, WNA 1 orang dan warga luar NTB 160 orang.

Berdasarkan data Dikes NTB, kata Fikri, lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di NTB merupakan pasien gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Sedangkan 20 persen merupakan pasien gejala sedang dan berat.

‘’Sekitar 5 persen yang masuk ICU atau perlu penanganan intensif. Makanya mengapa kita dorong yang 80 persen isolasi mandiri yang terpantau. Tapi skriningnya di faskes,’’ tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional