79 Peserta Reaktif Tetap Ikut Tes SKB

Petugas medis memeriksa suhu tubuh peserta SKB, Minggu, 20 September 2020. Petugas memberikan pita merah sebagai penanda bagi peserta SKB CPNS yang dinyatakan reaktif. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 79 peserta seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemkot Mataram dinyatakan reaktif. Namun kepada mereka diperbolehkan mengikuti ujian.

Pantauan Suara NTB, panitia memberikan perlakukan berbeda bagi peserta SKB yang reaktif. Tim medis memasangkan pita merah sebagai penanda. Ruang tunggu dan ujian dipisahkan dari peserta lainnya. Untuk memasuki ruangan ujian dikawal langsung petugas kesehatan.

Iklan

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyebutkan, hasil pemeriksaan kesehatan tes cepat virus Corona atau rapid test terdapat 79 peserta dinyatakan reaktif dan satu orang positif. Data itu dijadikan acuan untuk menyiapkan ruangan dan pelayanan khusus. “Yang paling banyak itu dari hasil pemeriksaan di rumah sakit mencapai 67 orang. Dikes awalnya enam orang bertambah di hari terakhir enam orang. Jadi totalnya 79 orang reaktif,” sebut Nelly.

Diintegrasikan

Proses seleksi seluruh peserta sama. Hanya kata Nelly, peserta yang reaktif akan langsung menempati ruang khusus dan didampingi petugas kesehatan. Pihaknya berupaya melakukan tindakan preventif mengantisipasi penularan. Satu peserta positif Covid-19 telah dilaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan dijadwalkan ulang untuk tes susulan.

Ditambahkan, di ruang khusus telah disiapkan 20 komputer. Pihaknya telah mengatur tiap sesi 3-6 peserta. “Kalau ndak salah hari ketiga paling banyak. Sekitar 8 peserta yang reaktif ikut tes,” sebutnya.

Meski demikian, protokol kesehatan Covid-19 tetap menjadi prioritas. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) rutin mensterilkan ruangan. Peserta mengenakan sarung tangan dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan computer assisted test (CAT). “Selesai ujian langsung petugas BPBD mensterilkan ruangan menggunakan tisu antiseptik,” demikian kata Nelly.

Tes SKB CPNS di pemkot Mataram memasuki hari kedua pada Minggu (20/9). Untuk menentukan kelulusan, nilai SKB akan diintegrasikan dengan nilai seleksi kompetensi dasar (SKD). Kabid Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin menjelaskan, proses pelaksanaan SKB di masa pandemi disesuaikan dengan Peraturan Kepala BKN. Peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh oleh petugas medis, menggunakan masker serta memakai sarung tangan.

Selanjutnya, panitia melakukan verifikasi kartu ujian sesuai identitas kependudukan. “Jedanya itu 2 jam. Peserta diberikan waktu terlambat 1 jam dari ketentuan,” kata Muja. Berikutnya, peserta akan mendapatkan pengarahan dan mengisi pin ujian. Muja menjelaskan, materi SKB cenderung pada keahlian peserta sesuai kualifikasi pendidikan. Soalnya 30 persen pengetahuan umum tentang bidang. Sementara, 70 persen spesifik tentang disiplin ilmunya.

“Contohnya pengetahuan umum itu untuk formasi guru. Bisa saja ditanyakan tentang silabus, RPP dan aturan tentang pendidikan,” jelasnya.

Penilaian SKB tidak memiliki standar. Penentuan kelulusan CPNS akan diintegrasikan antara nilai SKB dengan nilai SKD. Bobot nilai SKD 40 persen. Sedangkan, SKB bobot nilainya 60 persen. Misalnya, salah satu peserta memperoleh nilai SKD 360 dan SKB 370. Masing – masing nilai tinggal dikali sesuai bobot. “Peserta bisa menghitung sendiri. Mereka akan tahu lulus atau tidak,” ucapnya.

Disampaikan, pelaksanaan tes SKB digelar selama lima hari mulai 19 -23 September. Peserta berjumlah 619 orang. Terdiri dari 599 mengikuti tes di SMKN 3 Mataram. Sementara, 20 peserta lainnya mengikuti tes di Kantor UPT BKN beberapa daerah.

Tiap sesi diatur 45 peserta. Sehari diatur menjadi tiga sesi. Bagi peserta yang hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan reaktif telah disiapkan ruangan khusus. (cem)