77 Distributor dan UKM Ramaikan Pasar Murah di Taman Sangkareang

Mataram (suarantb.com) – Memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang jatuh pada tanggal 20 April 2017, Dinas Perdagangan NTB menggelar bazar pasar murah dengan menjual berbagai kebutuhan bahan pokok khususnya untuk menyambut persiapan menjelang ramadhan dan lebaran tahun 2017.

“Ada 77 distributor dan UKM yang ikut sekarang, lebih banyak dari pasar murah di Mayura bulan kemarin,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani M.Si saat ditemui suarantb.com disela kegiatan pasar murah di Mataram, Jum’at, 28 April 2017.

Iklan

Kegiatan pasar murah tersebut akan terus dilanjutkan seiring dengan adanya permintaan baik dari masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota di NTB. “Pasar murah ini setiap saat akan diadakan, kemarin kita sempat adakan di 4 kabupaten di pulau Lombok ternyata hasilnya efektif. Dan daerah lain minta untuk terus diadakan seperti ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan sudah saatnya para pembeli menjadi konsumen yang cerdas. Selain dapat membandingkan harga dan kualitas produk yang akan dibeli. Selly sendiri sering menekankan agar masyarakat dapat membeli bahan pokok sesuai kebutuhan mereka, bukan keinginan.

Selly juga mengungkapkan bahwa masyarakat NTB tidak perlu khawatir akan keterbatasan stok menjelang ramadhan dan lebaran tahun ini. Ia mengaku pihaknya beserta tim dari Kementerian Perdagangan telah melakukan pantauan di sejumlah pasar tradisional, ritel modern dan gudang distributor untuk menjamin ketersediaan pasokan.

“Bahwa stok bahan pokok kita ini mana hingga 8 bulan ke depan. Kita sudah cek ke Bulog, ritel modern, pasar dan gudang distributor kemarin, stok bahan pokok gula, minyak dan beras aman,” imbuhnya.

Hal yang menjadi perhatiannya saat ini ialah memastikan agar ritel modern menjual harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasarkan pantauanya, masih ada beberapa ritel modern yang belum menjual harga bahan pokok sesuai dengan HET.

Sebelumnya, Staf Ahli Mentwri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih dalam kunjungannya di Mataram menjelaskan dalam upaya menjaga stabilitas harga tiga bahan pokok yaitu daging, gula, dan minyak goreng, Kemendag telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging beku, untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk HET komoditas gula disebutkan sebesar Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp 80.000/kg. “Penetapan ini berlaku mulai 10 April 2017 sampai dengan September 2017,” terangnya. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here