77.250 PBI JK di Sumbawa Belum Masuk DTKS

Mirajuddin. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sebanyak 77.250 Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) APBN (BPJS gratis) di Sumbawa belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jumlah ini berdasarkan SK Menteri Sosial (Mensos) RI Nomor 154 Tahun 2020 pada tanggal 25 November lalu.

Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Mirajuddin, S.T menyebutkan, total penerima PBI JK pusat di Kabupaten Sumbawa sebanyak  260.298 jiwa. Dari jumlah ini, 183.048 jiwa diantaranya sudah masuk dalam DTKS dan 77.250 jiwa tidak masuk. Sehingga harus dilakukan verifikasi agar terdata dalam DTKS sebagai persyaratan mendapatkan bantuan tersebut.  “Mengingat ketentuan bantuan-bantuan sosial termasuk BPJS gratis ini harus masuk dalam data terpadu, maka kewajiban kita adalah melakukan verifikasi terhadap 77.250 ini. Harus terverifikasi agar bisa dipastikan dia masuk dalam DTKS. Karena kalau tidak, itu nanti secara bertahap akan dihapus oleh Kementerian Sosial,” ujarnya, Selasa, 26 Januari 2021.

Iklan

Proses verifikasi, jelasnya, sedang berlangsung dan batasnya sampai tanggal 30 Januari mendatang. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan pihak desa dan kelurahan. Bahkan data yang non DTKS tersebut juga sudah disaerahkan ke semua desa dan kelurahan. “Ini yang sedang kita verifikasi sampai tanggal 30 Januari,” ungkapnya.

Pihaknya berharap adanya kerja sama di tingkat desa agar dalam mendukung verifikasi atau pemutakhiran data ini. Supaya masyarakat yang sudah  terdaftar dalam PBI JK tidak dinonaktifkan hanya karena tidak masuk dalam DTKS.  “Harapan kami teman-teman operator dari desa bisa maksimal untuk verifikasi. Tentu didukung oleh kepala desa, kepala dusun, RT/RW dalam melakukan verifikasi validasi,” pungkasnya. (ind)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional