753 Peserta Mendaftar, Loteng Hanya Terima 150 P3K

Kepala BKPP Loteng,  H. M. Nazili (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun ini kemungkinan hanya akan menerima sebanyak 150 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Itu sesuai dengan jumlah formasi yang diajukan ke pemerintah pusat. Di mana saat ini proses seleksinya sendiri sudah berjalan dengan jumlah peserta yang dinyatakan lolos administrasi sebanyak 753 orang.

 “Tidak ada untuk formasi umum. Hanya ada formasi untuk tenaga honorer K2,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M.Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Sabtu,  23 Februari 2019.

Ia menjelaskan dari 753 peserta yang lolos seleksi, 66 orang ikut seleksi untuk tenaga penyuluh pertanian. Sisanya sebanyak 687 peserta seleksi untuk tenaga pendidikan atau guru. Sedangkan untuk tenaga kesehatan tidak ada. Untuk seleksi menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) sama seperti pada pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebelumnya.

Disinggung jumlah pasti P3K yang akan diangkat, Nazili mengatakan kalau melihat formasi yang diajukan sebanyak 150 orang. Tapi ada kemungkinan jumlah yang diangkat tersebut berubah, tergantung hasil CAT nantinya. Karena sampai saat ini informasi besaran passing grade yang ditetapkan untuk bisa lolos seleksi P3K dari pemerintah pusat belum diterima.

Tapi memang informasinya passing grade yang ditentukan lebih rendah saat seleksi CPNS yang lalu. Artinya ada kemungkinan yang lolos seleksi P3K lebih dari formasi yang disiapkan, sehingga kalau kemudian yang memenuhi standar passing grade lebih banyak dari formasi yang tersedia, mau tidak mau Pemkab Loteng mengangkat semuanya.

Tetapi kemungkinan tidak seluruh sekaligus tahun ini. Karena itu kembali kepada kemampuan anggaran daerah dalam hal penyiapan anggaran untuk gaji dan tunjangan P3K. Mengingat, kemampuan anggaran Pemkab Loteng sendiri terbatas. Hanya untuk 150 orang saja untuk tahun ini. Sisanya akan diangkat secara bertahap pada tahun berikutnya.

“Dengan adanya penambahan sebanyak 150 orang P3K tersebut, Pemkab Loteng paling tidak harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Untuk membayar gaji dan honornya. Yang artinya, belanja pegawai juga ikut naik,” tegasnya. (kir)