75 Persen Perusahaan Belum Kooperatif Salurkan CRS

Mataram (Suara NTB) – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) menilai masih banyak perusahaan yang belum kooperatif menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya. Forum ini bahkan mencatat baru 25 persen perusahaan yang bisa diajak berkomunikasi.

CSR atau dana sosial perusahaan adalah dana wajib yang disisihkan dari keuntungan perusahaan, dan wajib disalurkan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap sosial maupun lingkungan sekitar di mana perusahaan itu berada.

Iklan

Misalnya, melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Ketua Forum CSR Provinsi NTB, Zainul Aidi mengatakan belum mengetahui persis berapa kisaran CSR perusahaan yang beroperasi di NTB.

“Saya melihatnya makin banyak di distribusikan, baik dalam bentuk penyaluran langsung, maupun melalui pemberdayaan,” katanya pada Suara NTB di Mataram, Rabu, 6 September 2017 kemarin.

Penyalurannya, ada yang dikoordinasikan oleh perusahaan, tetapi sebagian besar perusahaan los koordinasi dengan forum yang telah dibentuk pengurusannya dua kali ini. Karena itulah, kata Zainul Aidi, forum ini terus membangun komunikasi, dalam rangka mendapat gambaran secara terukur peran perusahaan swasta terhadap kemiskinan, pengangguran dan ekonomi masyarakat melalui dana CSR-nya.

Ada 100-an jumlah perusahaan yang beroperasi di NTB sepengetahuan Forum CSR. Yang aktif melakukan koordinasi untuk penyaluran CSRnya hanya 25 perusahaan. Beberapa diantaranya disebut Zainul Aidi, Angkasa Pura, PLN, beberapa perbankan, termasuk Bank Indonesia sendiri. Keaktifannya diukur dari tingkat laporan yang disampaikan setelah penyaluran CSR oleh perusahaan.

Zainul Aidi mengatakan, saat ini forum sedang melakukan evaluasi kepada perusahaan-perusahaan untuk memastikan kegiatan apa saja yang telah dilakukan dalam penyaluran CSRnya tahun ini. Karena itu, forum ini juga berencana akan road show kepada perusahaan-perusahaan untuk agar tergugah berkoordinasi dalam penyaluran dana sosialnya.

Ia mengatakan, sejauh hasil pemantauannya, perusahaan masih menyalurkan dana CSR-nya tumpang tindih dengan perusahaan lain. Karena itu, melalui forum inilah akan dilakukan koordinasi ke mana saja idealnya CSR disalurkan.

“Kita ingin perusahaan ini menyalurkan CSR secara kluster. Misalnya potensi UMKM di Nipah (Lombok Utara, di Jenggik (Lombok Timur). Kami melihat perusahaan menyalurkan CSRnya sendiri-sendiri, dan tidak melakukan koordinasi dengan perusahaan lain,” imbuhnya.

Selain itu, perusahaan menyalurkan CSR tidak berkelanjutan dan terfokus pada sisi-sisi tertentu. Harusnya diperluas dengan melakukan pembinaan berkelanjutan agar CSR yang disalurkan bermanfaat lebih besar.

“Bagaimana mengembangkan kluster-kluster UMKM, kita akan dorong agar kegiatannya CSRnya lebih menyentuh kepada aspek pemberdayaan di tingkat UKM. Kalau yang sekarang penyaluran CSR mereka secara langsung dan belum menyentuh kepada pemberdayaan aspek jangka panjang,” kritiknya. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional