75 Persen Formasi Tenaga Guru di Mataram Lowong

Baiq Nelly Kusumawati  dan Hj. Suhartini (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah selesai melaksanakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari 262 formasi dibutuhkan, sebanyak 75 persen formasi tenaga guru lowong.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengaku sedih dengan sedikitnya formasi tenaga guru yang lulus passing grade. Padahal, formasi itu sangat dibutuhkan oleh Pemkot Mataram.

Iklan

Nelly menyebutkan, formasi yang kosong sekitar 93. Sementara, sisanya terisi seperti dokter, apoteker dan tenaga teknis lainnya. “Sedih sekali kita. Padahal, formasi itu banya kita butuhkan,” jawab Nelly ditemui Senin, 12 November 2018.

Perubahan Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2018, diharapkan memberikan angin segar. Misalnya, ada kelonggaran untuk pelamar di satu formasi lulus dua orang bisa dialihkan. Akan tetapi jawab Nelly, tidak berani dipastikan seperti apa perubahan regulasi tersebut.

“Kita tidak tahu aturannya seperti apa. Mudahan saja ada afirmasi sesuai nilainya,” ucapnya.

Menanggapi sedikitnya formasi guru yang lulus passing grade Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Hj. Suhartini terlihat pasrah. Ia akan melihat kebijakan pascaseleksi CPNS apakah yang tidak lulus akan diakomodir atau tidak. “Kita lihat nanti apa maunya setelah ini,” kata dia.

Disdik akan mencoba mengkomunikasikan dengan Kementerian Pendidikan dengan harapan ada pengangkatan PNS bagi tenaga guru. Kebutuhan guru yang tak terakomodir pada seleksi tahun ini. Disdik menyiasati dengan memaksimalkan tenaga honorer di sekolah. Meskipun terbatas jam pelajaran, tapi mereka dioptimalkan memberikan pembelajaran ke siswa. (cem)