75.815 Korban Masih Mengungsi, Huntara Kurang 34.281 Unit

Ilustrasi Huntara di NTB

Mataram (Suara NTB) – Lebih dari tiga bulan pascagempa NTB, sebanyak 75.815 masyarakat masih mengungsi. Jumlah pengungsi sebanyak itu tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak bencana gempa bumi.

Sementara itu, hunian sementara yang sudah terbangun baru  39.811 unit. Masih ada kekurangan sebanyak 34.281 unit huntara dari kebutuhan sebanyak 74.092 unit.

Iklan

Koordinator Command Centre Penanggulangan Bencana Gempa NTB, Tri Budipratitno, M. Si ,  Senin, 12 November 2018 menyebutkan, sebanyak 75.815 masyarakat yang mengungsi tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa. Untuk Pulau Lombok, berada di Kota Mataram 12.710 jiwa, Lombok Utara 42.223 jiwa, Lombok Barat 14.254 jiwa, Lombok Tengah 2.243 jiwa dan Lombok Timur 3.073 jiwa.

Sedangkan yang ada di Pulau Sumbawa terdapat di dua kabupaten terdampak. Yakni Sumbawa  dan Sumbawa Barat sebanyak 1.312 pengungsi. Tri menjelaskan, kebutuhan huntara pengungsi di Kota Mataram sebanyak 3.178 unit, Lombok Barat 3.564 unit, Lombok Utara 10.556 unit, Lombok Timur 768 unit, Lombok Tengah 561 unit, Sumbawa dan Sumbawa Barat 328 unit.

Ia menyebutkan, kebutuhan air bersih pengungsi sebanyak 34.116.750 liter. Rata-rata sebanyak 15 liter per hari per orang. Sedangkan kebutuhan pangan beras 909.780 Kg.

Terkait dengan progres pembangunan huntara, kata Kepala Diskominfotik NTB ini, hingga saat ini sudah terbangun 39.811 unit. Tersebar di Lombok Utara 31.533 unit, Lombok Barat 1.967 unit, Lombok Timur 3.453 unit, Lombok Tengah 461 unit, Kota Mataram 265 unit, Sumbawa 993 unit dan Sumbawa Barat 1.139 unit.

Masih ada kekurangan sebanyak 34.281 unit huntara. Seperti Lombok Utara masih kekurangan 12.481 unit, Lombok Barat 11.975 unit, Lombok Timur 3.203 unit, Lombok Tengah 2.423 unit, Kota Mataram 2.131 unit, Sumbawa dan Sumbawa Barat masing-masing 1.176 unit dan 101 unit. (nas)