72 Warga Positif Terjangkit DBD di Lobar, Empat Meninggal

Kepala Dikes NTB, Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak empat warga meninggal dunia akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di NTB. Sementara itu, sebanyak 72 warga dinyatakan positif terjangkit DBD di Lombok Barat (Lobar) dari 105 kasus suspect yang ditemukan.

‘’Sampai hari ini 249 kasus suspect DBD di NTB, paling banyak di Lombok Barat. 105 suspect DBD, positif 72 orang. Rata-rata anak-anak yang kena DBD ini,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Rabu, 6 Februari 2019 siang.

Iklan

Sepanjang Januari 2019 ditemukan 249 kasus suspect DBD di NTB. Dengan rincian  Lombok Barat 105 kasus, Lombok Timur 25 kasus, Lombok Tengah 24 kasus, Sumbawa 22 kasus, Kota Mataram 20 kasus, KLU 19 kasus, Kota Bima 16 kasus, Dompu 9 kasus, Bima 6 kasus dan Sumbawa Barat 3 kasus.

Data Dikes NTB, sampai saat ini sebanyak empat orang meninggal akibat DBD. Terdapat di Kota Bima 2 orang dan Dompu 2 orang. Penderita DBD yang meninggal ini, kata Nurhandini semuanya anak-anak.

‘’Sekarang sudah masuk puncaknya sampai Maret kita waspada,’’ imbuhnya.

Pemprov NTB telah bersurat ke bupati/walikota terkait dengan DBD ini. Selain itu, secara khusus Dikes NTB bersurat ke Dinas Dikbud dan Kementerian Agama (Kemenag) agar meminta sekolah melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

‘’Sekolah-sekolah harus menggalakkan PSN. Kemudian menjadikan guru UKS menjadi Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Penanganan lingkungan melalui 3M plus yakni mengubur, menguras, dan menutup air terbuka plus penggunaan anti nyamuk atau kelambu,’’ katanya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here