71 Hotel Siap Terima Dana Hibah

Salah satu hotel di Kota Mataram terlihat ramai dikunjungi setelah dibukanya kembali kegiatan-kegiatan MICE pemerintahan. Geliat usaha hotel tersebut menjadi salah satu indikator bangkitnya sektor pariwisata, salah satunya didorong dengan penyaluran dana hibah yang akan segera dilakukan.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penyaluran dana hibah pariwisata dari Pemerintah akan segera disalurkan di Kota Mataram. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menerangkan dari 120 hotel yang ada, tercatat 71 di antaranya akan menerima dana hibah dengan total sebesar Rp7.902.000.000 tersebut.

Diterangkan Denny, saat ini 50 persen dari jumlah dana hibah yang akan diterima Kota Mataram telah masuk ke kas daerah. Di mana bantuan dari pemerintah pusat tersebut 70 persennya untuk hotel dan restoran yang memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan membayar pajak tahun 2019, 25 persen untuk kegiatan Dispar Kota Mataram, 5 persen untuk peninjauan APIP.

“Dana dari kementerian kemarin baru masuk ke kas daerah, Kemudian proses SK-nya baru saya paraf. Memang yang kita terima dari Kementerian Pariwisata itu baru 50 persen dari total yang akan kita diberikan. Itu tahap pertama,” ujar Denny, Selasa (24/11). Diterangkan, sisa dana hibah tersebut akan kembali disalurkan jika pihaknya telah mengirimkan surat pertanggungjawaban (SPJ) penyaluran tahap pertama.

Untuk tahap pertama, penyaluran dana hibah tersebut ditarget rampung sebelum akhir November. Degan begitu penyaluran tahap dua ditargetkan bisa terlaksana pada Desember mendatang, mengingat program penyaluran dana hibah tersebut harus diselesaikan hingga 15 Desember mendatang.

Dari 71 hotel yang menerima penyaluran tahap pertama disebutnya terdiri dari 10 hotel bintang tiga dan 61 hotel melati. Bantuan serupa juga akan diberikan bagi 71 restoran dan rumah makan yang ada di Kota Mataram, disesuaikan dengan kepatuhan masing-masing unit usaha pariwisata melakukan pembayaran pajak ke daerah. “Yang dapat ini yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Jumlah bantuan sendiri diakuinya akan berbeda, tergantung realisasi pajak dari masing-masing pelaku usaha. Kendati demikian, per satu unit usaha hotel dan restoran diprediksi menerima dana hibah puluhan hingga ratusan juta.

“Memang beda-beda tergantung jumlah pajak yang dibayar setiap tahun, terutama di tahun terakhir ini. Ada yang dapat jutaan, puluhan juta, bahkan ada yang dapat ratusan juta. Ada rumus pembagiannnya,” jelasnya. Rumus yang dimaksud adalah penghitungan kontribusi tiap wajib pajak usaha yang dibagi total pajak usaha, kemudian dikalikan 100 persen.

Di sisi lain, untuk 2021 mendatang besaran dana hibah tersebut dipastikan bertambah tiga kali lipat. Yaitu mencapai Rp21 miliar. “Itu dari Kemenpar difokuskan untuk bantuan pembuatan kamar di setiap hotel. Diusahakan bertambah (kamar hotel) untuk menunjang dari MotoGP di Mandalika,” jelas Denny.

Penyaluran 2021 sendiri disebutnya akan tetap menerapkan mekanisme yang sama, yaitu besaran dana hibah yang disesuaikan dengan kontribusi pajak usaha. “Pembagiannya juga tetap 70 persen untuk hotel dan restoran, 30 persen untuk dinas. Gunanya ada macam-macam : pengadaan barang, kemudian sosialisasi, bimbingan teknis, dan pengerjaan fisik,” tandasnya. (bay)