705 Nakes di Lobar Sudah Divaksin

Vaksinasi nakes di Lobar berjalan lancar menyusul pola vaksinasi dipermudah. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Proses vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Barat (Lobar) masih terus berjalan. Hingga Jumat, 22 Januari 2021 jumlah nakes yang telah divaksin mencapai 705 orang. Di samping itu, banyak juga nakes yang gagal vaksin. Bagi yang memenuhi syarat untuk divaksin akan dijadwalkan ulang untuk menjalani vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lobar  dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni. Menurutnya, proses vaksinasi nakes di Lobar berjalan dengan lancar. Walaupun sempat terkendala pada pendaftaran di aplikasi peduli lindungi, namun hal tersebut sudah ada solusi. “Jadi sempat terkendala pada pendaftaran di aplikasi peduli lindungi, namun sebentar saja karena saat ini  sudah bisa manual melalui SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) Puskesmas” ujarnya.

Iklan

Dijelaskannya, vaksinasi nakes untuk Kabupaten Lobar ditarget per hari sebanyak 20 nakes di masing masing puskesmas dan 50 nakes di rumah sakit. “Kami targetkan akan selesai sesuai dengan jadwal dan kami mohon dukungan dan doa nya agar berjalan lancar,”  ujarnya.

Mengenai yang gagal vaksin, akibat beberapa faktor yakni komorbid, hipertensi, demam, menyusui, hamil , program hamil, dan batuk pilek, ungkapnya, akan dilakukan jadwal ulang.

Untuk itu, pihaknya meminta semua pihak untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam aktivitas sehari hari untuk mencegah penularan virus Corona di Lobar. Ia juga meminta agar masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh  informasi hoaks tentang vaksin yang saat ini banyak beredar. Hal ini karena vaksin ini sudah memperoleh izin dari BPOM dan memperoleh sertifikasi halal dari MUI.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Lobar Ahad Legiarto, M.Eng., meminta masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh informasi hoaks tentang vaksin. Saat ini banyak beredar informasi hoaks tentang vaksin yang sumbernya tidak jelas. Hal ini menurut Ahad dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap vaksin, karenanya ia meminta agar masyarakat tidak cepat percaya dan melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar.

“Masyarakat perlu melakukan verifikasi terhadap informasi agar tidak mudah termakan oleh info hoax dengan melihat sumber informasi tersebut apakah dari lembaga resmi yang dapat dipercaya atau tidak” ujarnya.(her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional