70 Unit Kendaraan Pemda KSB Siap Dilelang

Kendaraan milik Pemda KSB yang siap dilelang.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – KPKNL Bima telah merekap seluruh kendaraan milik Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang akan dilepas melalui proses lelang tahun ini. Jumlahnya, total terdapat 70 unit kendaraan yang dinyatakan layak hapus dari daftar inventaris aset daerah.

Berdasarkan data Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) KSB, 70 unit kendaraan yang rencananya akan mulai dilelang awal bulan November itu. Rinciannya terdiri daru 10 unit kendaraan roda empat (mobil) dalam kondisi layak, 34 kendaraan roda dua atau sepeda motor kondisi layak dan sisanya 26 unit kendaraan (roda empat, dua dan tiga) ditetapkan dalam bentuk scrap (limbah).

Iklan

Kepala BPAD KSB, Muhammad Yusuf menjelaskan, penetapan kondisi kendaraan yang akan dilelang itu berdasarkan hasil penilaian KPKNL Bima. Berikut juga dengan nilai minimal tiap-tiap unit yang nantinya akan diunggah pada saat proses lelang.

“Jadi kami sudah tidak ada kewenangan. Kami hanya kumpulkan unitnya. Kemudian KPKNL (Bima) yang teliti kondisinya apakah masih layak atau jadi limbah saja. Termasuk mereka juga yang nominalkan dalam bentuk harga saat lelang nanti,” ujarnya.

Masih berdasarkan hasil penilaian KPKNL yang diterima BPAD KSB, total nilai minimal keuangan yang dapat diperoleh Pemda KSB dari hasil lelang puluhan kendaraan tersebut sebesar Rp. 202.405.000. Dikatakan Yusuf, angka tersebut adalah nilai nominal. Jumlahnya akan bertambah jika dalam proses lelang nanti tiap unit kendaraan ada transaksi antar penawar sehingga nilinya bertambah. “Itu nilai minimal ya. Nanti kalau di lelang ada satu kendaraan yang diminati lebih dari satu orang, tentu penawaran tertinggi yang berhak,” bebernya.

Per unit kendaraan milik Pemda KSB yang akan dilelang nanti, harganya memang cukup terjangkau. Kendaraan roda empat yang dianggap masih layak pakai tertinggi hanya diberi harga paling tinggi Rp 20 juta lebih, sedangkan yang ditetapkan sebagai limbah dihitung per kilo hingga satu unit kendaraan hanya dihargai ratusan ribu rupiah saja. (bug)