70 Persen Kamar Hotel di Senggigi Sudah Dipesan

Salah satu hotel di kawasan Senggigi yang telah dipesan untuk liburan tahun baru. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Menjelang libur tahun baru, hampir 70 persen kamar hotel di kawasan Senggigi sudah dipesan atau dibooking oleh para tamu yang ingin menghabiskan perayaan tahun baru di Kawasan wisata tersebut. Pemda pun tetap menpersiapkan langkah antisipasi dengan memberlakukan pembatasan kuota pengunjung di tiap lokasi wisata dan hiburan dengan mengutamakan protokol covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Ahkam mengaku dari informasi yang diperoleh semua hotel di Senggigi itu, rata-rata sudah terbooking sekitar 70 persen untuk malam tahun baru. “Hampir semua hotel di Senggigi rata-rata sudah terbooking untuk malam tahun baru, itu sekitar 70 persen kamar sudah terbooking,” ungkap Kepala Dispar Lobar ini, Kamis, 17 Desember 2020.  Pemesanan kamar hotel itu tidak hanya dilakukan oleh wisawatan dari dalam daerah, tetapi juga wisatawan dari luar daerah. “Informasinya banyak juga orang luar yang ingin berlibur dan menikmati malam pergantian tahun di Senggigi,” bebernya.

Di satu sisi hal tersebut dinilai dapat menjadi angin segar bagi pariwisata NTB secara umum. Terlebih di tengah upaya survive para pelaku usaha pariwisata di tengah pandemi yang terjadi saat ini. “Karena ini angin segar, tentu jangan sampai terganggu dan mengganggu stabilitas penanganan covid-19,” tegas Ahkam. Pihaknya pun saat ini tengah menghitung kapasitas maksimal di masing-masing tempat hiburan dan pariwisata yang ada di Lombok Barat, terutama Senggigi. Karena ketika pelaku usaha pariwisata dan hiburan akan menggelar acara, maksmial kapasitas yang bisa diisi wisatawan tidak boleh lebih dari 50 hingga 70 persen dari kapasitas lokasi.

Karena penyelenggaraan acara, baik yang reguler yang akan dilakukan para pelaku usaha harus mematuhi protokol covid-19. Yang mana bila ditemukan pelanggaran, maka pihak berwajib akan mengambil tindakan tegas untuk melakukan pembubaran. Namun, dirinya tidak bisa memprediksi akan seramai apa kunjungan wisatawan ke Senggigi pada liburan tahun baru nanti. Bahkan ia menyebut, bahwa bisa saja tidak akan kalah sepi dengan tahun sebelumnya, sesaat setelah Lombok diguncang bencana gempa.

Kendati demikian, Pemda dan pihak terkait lainnya baik dari TNI-Polri, tetap melakukan upaya antisipasi keramaian di lokasi wisata dan hiburan dengan melakukan pembatasan kuota dan pemantauan di tiap-tiap lokasi. “Oke, sekarang ada pembatasan, tapi jangan juga mematikan usaha masyarakat,” harap Kadispar Lobar ini. (her)