70 Desa di Lotim Belum Cairkan DD

Kepala DPMD Lotim,  H. M. Juaini Taofik (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 70 desa masih belum mencairkan dana desa (DD) tahap kedua. Tidak heran DD ini masih mengendap di rekening kas daerah. Saat ini masih dalam proses pencairan dan posisi sudah ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lotim, H. M. Juaini Taofik kepada Suara NTB, Kamis,  20 Juni 2019.

Iklan

Menurut Juaini, proses pencairan dalam waktu dekat ini bisa dirampungkan. “Ini sedang dalam proses di BPKAD, karena permohonan pencairan dari desa dan rekomendasi dari PMD sudah final,” sebutnya.

Sementara Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD, H. Hasni yang dikonfirmasi terpisah mengakui masih banyaknya DD yang masih tersimpan di kas daerah. Diakui besarannya mencapai Rp 38 miliar lebih. Pihak BPKAD secara prinsip siap merealisasikan dana tersebut kapan pun.

Menurutnya, puluhan desa yang belum mencairkan DD tersebut akan rampung pada Juni 2019 mendatang. Saat ini masih dalam proses. DD memang sudah masuk ke rekening kas daerah sejak akhir Mei 2019 lalu.“Sekitar tanggal 25 Mei lalu kita terima,” tuturnya. Setelah itu diketahui masuk libur lebaran hingga tanggal 10 Juni.

Dalam hal ini, ujarnya, tidak ada alasan bagi BPKAD untuk menahan-nahan dana desa yang menjadi hak desa untuk digunakan sesuai perencanaan yang sudah dilakukan masing-masing desa. Desa-desa yang belum tinggal meminta untuk dicairkan segera.

Ditegaskan, tidak ada batasan waktu bagi desa untuk mencairkan dananya. Proses pencairan di Lotim sebenarnya cukup cepat. Terlihat, DD tahap pertama sendiri sudah 100 persen dicairkan. 239 Desa se Kabupaten Lotim sudah mencairkan DD. Dana yang masih mengendap di kas daerah ini diyakini tidak sampai akan kembali ke kas negara. Diyakini, desa-desa yang belum pasti bisa merampungkan semua prosedur permintaan. “Kita sebenarnya Lotim sangat awal sekali mencairkan DD,” imbuhnya. (rus)