7.210 KK di KLU Belum Terakreditasi Jaringan Air Bersih

Ilustrasi Air Bersih (suarantb.com/pexels)

Tanjung (Suara NTB) – Akses jaringan air bersih warga di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah tercapai 90,05 persen. Masih ada 9,95 persen atau setara dengan pelayanan yang menyentuh 7.210 KK yang belum terjamah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KLU, Kahar Rizal, ST., melalui Kepala Seksi, Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan, Lalu Gigih Putra Gerhana, ST., Jumat, 6 Maret 2020 mengakui, capaian pelayanan air bersih sampai akhir 2019 cukup signifikan. Capaian akses jaringan 90,05 persen itu setara dengan 65.217KK dari total 72.426 KK. Akses jaringan air bersih itu terdiri dari sumur gali, sumur bor, dan jaringan PDAM.

Iklan

“Akses jaringan tidak sampai ke semua rumah, karena diukur dari jaringan sekunder (kran umum),” ujar Gigih.

Ia menyebut, 9,95 persen warga yang belum terjamah air bersih tersebar. Di Pemenang mencakup Teluk Kodeq ke barat sampai Malaka, kemudian Gili Meno dan Gili Trawangan. Di kecamatan lain, tersebar beberapa di Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan. Mereka yang belum terjamah rata-rata berdomisili di perbukitan dan ketinggian.

“PDAM tidak bisa layani ketinggian, dari mata air debit berkurang. Untuk wilayah Pemenang saja, air PDAM hanya sampai tanjakan LIPI, setelahnya tidak bisa lewat,” paparnya.

Sebagai alternatif solusi sembari menunggu layanan PDAM, Dinas PUPR akan mendata ulang jumlah sumur gali dan sumur bor. Pasalnya pascagempa, bantuan sumur bor cukup banyak. “Pemanfaatan sumur bor perlu juga pemeliharaan. Harapan kita masyarakat bersedia iuran untuk operasional,” sambungnya.

Melihat topografi wilayah di mana masyarakat bermukim, Gigih optimis dengan intervensi pengelolaan air SPAM Regional dari Pemprov NTB. Setidaknya, pengelolaan debir air yang besar akan dapat mendukung tambahan akses untuk masyarakat. (ari)