65 Klaster Gowa Terkendala Tes Swab

Rakor Satgas Covid-19 KLU yang dipimpin Ketua Satgas H. Najmul Akhyar. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar rapat koordinasi, Kamis, 23 April 2020. Dalam rapat itu, hadir bupati selaku Ketua Satgas, Ketua DPRD KLU, Dandim 1606 Lobar, Kolonel CZI. Efrijon Krol, serta anggota Satgas dari kalangan OPD.

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., dalam kesempatan itu menyampaikan kendala seperti kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), maupun keterlambatan dalam pemeriksaan tes swab di Mataram. Ia juga menangkap adanya keluhan masyarakat menyangkut pelayanan konsumsi dan kelengkapan tempat karantina.

Iklan

“Jangan sampai ada keluhan lagi untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP). Satgas sudah bertindak cepat ketika ada laporan dari masyarakat. Saya minta agar dinas terkait menindaklanjutinya, dengan pelayanan dan berpikir efektif,” ujar Najmul.

Bupati menyoroti pula tingginya angka karyawan yang ditumahkan, atau bahkan terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Dinas terkait pun diminta lebih fokus memperhatikan para pekerja tersebut.

Sementara, Dandim 1606/Lobar Kolonel CZI. Efrijon Krol berharap masyarakat diberikan sosialisasi lebih mendalam terkait bahayanya wabah Corona. Sedangkan bagian para pasien karantina, ia menekankan setiap pasien harus ada physical distancing. Apabila sudah dilaksanakan swab, tidak langsung dikembalikan ke rumah.

“Siapkan saja isolasi, setelah adanya swab, baru di-rapid test lagi, apabila yakin negatif baru dikembalikan ke masyarakat, karena masyarakat sangat sensitif,” imbuhnya.

TNI tegas Efrijon, siap terlibat aktif, termasuk dalam pengamanan gudang logistik, mengawal distribusi Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako kepada masyarakat, maupun penjagaan di perbatasan kabupaten.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. H. L. Bahrudin, menyebut data sampai dengan 22 April lalu, jumlah ODP 228 orang, PDP naik menjadi 17 orang dan positif masih tetap, 3 orang. “Terkait Unit Pelayanan Karantina Covid-19, saat ini ada 65 orang dengan kondisi baik. Adapun kendala yang dialami saat ini adalah hanya pada swab, karena belum ada box swab,” sebutnya.

Disampaikan pula bahwa pihaknya menyediakan swaber-swaber yang ada di puskesmas untuk membantu swaber yang ada di rumah sakit dan tentu akan dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Agar 65 pasien segera dilakukan swab dan mengirimkan uji swab ke provinsi. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional