62 Santri Terkonfirmasi Positif Corona, Pemda Lobar Khawatir Penyebaran Klaster Ponpes

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda Lobar H. Baehaqi menggelar rakor dengan Tim Gugus Tugas dan para tuan guru serta pengurus ponpes membahas pencegahan Covid-19 di kalangan ponpes.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 62 santri dan santriwati di Lombok Barat (Lobar) terkonfirmasi positif Covid-19. Terdeteksinya puluhan santri terpapar covid-19 ini menjadikan klastar baru penyebaran Covid-19 di Lobar. Sehingga langkah pencegahan pun langsung dilakukan Pemda dengan mengumpulkan semua tuan guru, para pengurus dan pengelola pondok pesantren yang ada di Lobar.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj. Made Ambaryati mengaku khawatir penyebaran virus dari klaster ponpes di Lobar. Menyusul 62 santri positif Corona, tersebar 7 orang di Kediri ditambah 55 santri di Gunungsari.”Kami lakukan pencegahan dan penanganan klaster baru (ponpes, red) ini,” jelasnya, Senin, 19 Oktober 2020.

Iklan

Di antara santri yang positif ini sebagian besar sudah sembuh dan tinggal diumumkan oleh Pemprov NTB. Sedangkan di Gunungsari masih diisolasi di Rumah Sakit Darurat Asrama Haji, sedangkan yang negatif tetap diisolasi selama 14 hari yang disiapkan oleh pihak ponpes.

Terkait kebutuhan asupan obat dan makanan disiapkan juga pihak ponpes, kalau habis bisa meminta ke puksesmas. Upaya tracing contact pun sudah dilakukan pihaknya. “Kami berharap agar ponpes tegas melaksanakan protokol kesehatan ini, karena di pondok kan mereka tidur samaan,” ujar dia.

Sementara itu, akhir pekan kemarin, berlangsung pertemuan antara Bupati H Fauzan Khalid dan tim gugus tugas dengan para tuan guru dan pengelola ponpes di Kantor Bupati. Dalam pertemuan yang dipimpin bupati dan sekda ini, sejumlah tuan guru dan pengurus ponpes menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam penanganan covid-19 ini.

Pimpinan Ponpes Al-Aziziah Kapek Gunungsari, TGH. Fathul Azis Mustafa menyampaikan kehawatirannya terkait dengan perkembangan Covid-19 yang terjadi di lingkungan ponpes. “Karena selama ini kita sudah merasa menjalankan apa yang sudah dianjurkan maupun diimbau baik melalui media-media yang ada maupun melalui edaran dan surat langsung ke ponpes, namun kami menjadi terkejut saat mengetahui sebagian anak didik kami terkonfirmasi positif,” jelas dia sembari memohon dukungan sepenuhnya dari Pemda melalui dinas terkait untuk masalah yang dihadapi. Pihaknya bersedia melaksanakan apapun anjuran-anjuran dari Pemda.

Selanjutnya dari pihak Ponpes Nurul Hakim Kediri, menyampaikan situasi ini membuat pengelola serba salah. Di satu sisi pihak Ponpes berhadapan dengan para orang tua wali yang terus mendesak agar melaksanakan kegiatan belajar secara langsung, karena anak-anak mereka sudah merasa bosan berada di rumah. Ditambah dengan proses belajar yang dilaksanakan secara daring juga tidak berjalan efektif disebabkan berbagai kendala antara lain anak yang tidak punya Android, masalah jaringan internet.

Pada kesempatan ini Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua pihak, antara lain dalam penanganan covid-19 ini harus diperhatikan sikap kejujuran dalam menyampaikan fakta yang ada atau terjadi di sekeliling.

Di tempat yang sama Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah mengatakan sistem pembelajaran daring yang selama ini digunakan kurang maksimal disebabkan beberapa kendala teknis maupun non teknis. Untuk itu pembelajaran langsung harus ketat melaksanakan protokol kesehatan, misalnya dengan tidak memberikan jam berkunjung untuk para wali murid.

Sementara itu Sekda Lobar H.Baehaqi kembali menegaskan akan pentingnya kerjasama dengan semua pihak dengan tetap berpedoman pada regulasi yang ada. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid memberikan arahan bahwa semua yang menjadi masukan dari peserta rakor ini sangat penting untuk ditindaklanjuti, karena dengan koordinasi dan kebersamaan pasti bisa melewati masa sulit ini.  (her)