600 CPNS Kabupaten Bima Lolos SKD

Abdurahman. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Tes atau ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima telah berakhir, belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah dan Didikan Latihan (BKD dan Diklat) Kabupaten Bima, tercatat ada sebanyak 2.593 orang yang dinyatakan lolos pendaftaran dari semua formasi CPNS tahun 2021 yang disediakan.

Iklan

Namun yang mengikuti tes SKD hanya sebanyak 2.190 peserta. Sedangkan 400 peserta sisanya tidak mengikuti. Dan dari jumlah itu ada sebanyak 600 peserta yang melampaui atau memenuhi nilai ambang batas (passing grade).

“Dari seluruh formasi yang ikut tes atau ujian SKD CPNS 2021 ada sekitar 600 peserta yang lolos passing grade,” kata Kabid Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian, BKD dan Diklat Kabupaten Bima, Abdurrahman, S.Sos, Kamis, 7 Oktober 2021.

Lebih lanjut Abdurrahman mengaku, 600 peserta tersebut dinyatakan lolos tes awal CPNS (SKD.red) lantaran memperoleh nilai dengan standar kelulusan minimal 311 passing grade dari TWK 65, TIU 80 dan TKP 166.

“Sembari menunggu keputusan BKN, saat ini kita sedang mempersiapkan pengumuman bagi peserta yang lulus dan tidak. Pengumuman hasil SKD nanti akan disampaikan melalui secara online dan offline,” katanya.

Ia mengimbau seluruh peserta yang sudah lolos tahap pertama tes CPNS agar mempersiapkan diri untuk mengikuti tes tahap selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Yang sudah lolos SKD segera siapkan diri. Karena tes SKB diperkirakan  dilaksanakan pada bulan November mendatang. Sementara untuk jadwal dan waktu pastinya, kami masih menunggu informasi dari BKN,” ujarnya.

Abdurrahman menambahkan seleksi atau tes CPNS ruang lingkup Pemkab Bima tahun 2021 digelar selama 10 hari atau yang dimulai sejak tanggal 24 September 2021 sampai dengan 3 Oktober 2021. Jadi pelaksanaannya berlangsung selama 10 hari,” katanya.

Pelaksanaan ujian atau tes yang dipusatkan di kampus Vokasi UNRAM Sondosia Kecamatan Bolo tersebut berlangsung 34 sesi. Setiap harinya dibagi tiga sesi kecuali hari Jumat hanya dua sesi. “Ujiannya berjalan lancar. Hanya saja ada sedikit gangguan koneksi jaringan,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional