60 Persen Perangkat Desa di Lotim Diisi Sarjana Pendidikan

Kepala Dinas PMD Lotim,  H.M. Juaini Taofik. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Proses rekrutmen perangkat desa yang digelar secara terbuka untuk di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tuntas dilaksanakan. Dari 239 desa di Lotim yang sudah melaksanakan pilkades beberapa waktu lalu, dalam pengisian perangkat desanya diserbu oleh kalangan sarjana strata satu (S1) . Bahkan 60 persen perangkat desa yang dinyatakan terpilih dalam seleksi perangkat desa itu berasal dari sarjana pendidikan.

Menurut Kepala Dinas PMD Lotim, H. M. Juaini Taofik, Rabu, 20 Februari 2019 hasil rekrutmen perangkat desa yang dilaksanakan, 60 persen merupakan sarjana pendidikan dari syarat minimum dengan mengantongi ijazah SMA. Kondisi ini, ujarnya, merupakan hal yang sangat bernilai positif. Apabila perangkat desa itu sarjana pendidikan, tentunya nilai-nilai kependidikannya dapat ditularkan secara langsung dan tidak langsung terhadap warganya. Salah satunya dengan mampu memberikan motivasi pendidikan terhadap warga untuk terus melanjutkan pendidikan minimal SMA.

Dikatakannya, pada dasarnya kompetensi menjadi guru, perangkat desa, dan pertanian berbeda-beda. Kendati demikian, semuanya dapat diikuti dan dipelajari. Maka dari itu, dengan basis perangkat desa strata satu (S1) merupakan hal positif yang masuk ke desa. Pasalnya, salah satu penyebab rendahnya IPM disebabkan oleh berbagai sektor, di antaranya sektor pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, persoalan-persoalan di tengah-tengah masyarakat seperti perkawinan usia anak juga dapat dimanfaatkan dengan melakukan konseling di tengah-tengah masyarakat. Ini harus dilakukan karena pekerjaan perangkat desa tidak sebatas ada di lingkungan kantor desa, melainkan semua wilayah yang ada di desa itu sendiri. “Faktor IPM belum mengalami peningkatan karena faktor usia sekolah masih rendah,” sebutnya.

Taofik membantah jika profesi perangkat desa dijadikan lahan pekerjaan bagi para sarjana pendidikan, terlebih kondisi saat ini banyak sarjana yang mengalami kesulitan di dalam mencari pekerjaan. Ditegaskannya, mengingat perangkat desa merupakan suatu profesi, maka sangat bagus ketika diisi oleh perangkat desa yang berkompeten, profesional dengan memiliki latar pendidikan S1.

Tugas utama perangkat desa yakni melayani dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat sulit diukur namun sangat berdampak. Sehingga sangat disyukuri ketika perangkat desa saat ini diisi oleh sarjana pendidikan. Di desa usia sekolah masih rendah, inilah yang perlu menjadi atensi untuk bagaiman jangan sampai putus sekolah. (yon)