6.000 Pedagang Kecil Diajukan Terima Bantuan Modal

Deretan pedagang kecil di ruas jalan Udayana, Kota Mataram, Rabu, 23 September 2020. Pedagang kecil atau pedagang yang menggunakan lapak ini tengah didata untuk mendapatkan bantuan masing-masing Rp2,4 juta.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengajukan 6.286 unit usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan stimulus modal dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut merupakan akumulasi hingga pekan terakhir September, di mana proses pengajuan telah ditutup.

“Untuk sementara kita sudah tutup dulu (pendaftaran). Nanti tergantung kata Kementerian Koperasi, kalau diminta buka lagi, ya kita buka,” ujar Plt. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram, I Gusti Ayu Yuliani saat dikonfirmasi, Rabu, 23 September 2020.

Iklan

Menurutnya, proses validasi saat ini tengah berlangsung di tingkat pusat. Di mana pihaknya telah menyerahkan data berupa fotokopi KTP, jenis usaha, dan nomor kontak masing-masing pelaku usaha.

Kendati demikian, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait waktu pencairan. Termasuk data pasti UKM mana saja yang akan menerima bantuan modal sebesar Rp2,4 juta tersebut.

“Karena itu nanti langsung dihubungi kementerian. Kita sudah serahkan fotokopi KTP dan nomor kontaknya, nanti kementerian yang hubungi siapa-siapa yang dapat,” ujar Yuli. Diterangkan, syarat calon penerima bantuan yang diterima pihaknya antara lain UKM tidak boleh memiliki pinjaman di bank dan tidak boleh memiliki tabungan lebih dari Rp2 juta.

Bantuan modal sendiri diberikan bagi pelaku usaha kecil yang diproyeksikan kehabisan modal akibat pandemi Covid-19. “Maksud dan tujuan yang Rp2,4 juta itu, selama pandemi kan mereka tidak bekerja. Dengan sendirinya modal usaha terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi ini modal dari pemerintah untuk membeli misalnya sayur-mayur dan lain sebagainya untuk dijual,” jelasnya.

Di sisi lain, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan terkait penyaluran bantuan tersebut pada 84 UKM di luar data yang diajukan. Di mana 8 UKM di antaranya merupakan pelaku usaha yang berasal dari luar kota Mataram.

“Itu ada dari Gunungsari, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah masuk. Itu pun bukan kita yang kirim datanya,” ujar Yuli. Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan menunggu kejelasan terkait hal tersebut. “Sampai saat ini belum ada informasi ke kita bagaimana selanjutnya,” tandasnya. (bay)