585 Guru Honorer SMA/SMK Tak Terakomodir Ikut Seleksi PPPK 2021

H. Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 585 guru honorer SMA/SMK dan SLB Pemprov NTB tidak terakomodir dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Hal tersebut diketahui setelah turunnya kuota formasi guru PPPK untuk Pemprov NTB hanya sebanyak 4.443 orang dari usulan sebelumnya di atas 5.000 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M. Pd., mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengenai persoalan ini. ‘’Saya belum dapat datanya. Mudah-mudahan ada jalan keluar. Saya akan berkoordinasi dengan BKD,’’ kata Aidy dikonfirmasi Suara NTB usai halal bihalal di Kantor Gubernur, Senin, 17 Mei 2021.

Iklan

Aidy mengaku belum mendapatkan secara detail data formasi guru PPPK yang diperoleh Pemprov NTB. Sehingga, ia akan berkoordinasi dengan BKD. Ia akan mendalami penyebab ratusan usulan formasi guru PPPK yang tidak terakomodir dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021.

‘’Belum tahu saya penyebabnya apa. Kalau ada solusi, kita akan minta alternatif penyelesaiannya,’’ katanya.

Aidy menambahkan, guru honorer yang berhak ikut seleksi PPPK adalah mereka yang sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia khawatir, ratusan orang yang tidak terakomodir ikut seleksi PPPK tersebut akibat updating Dapodik.

Bahkan, katanya, jumlah guru honorer SMA/SMK dan SLB di NTB yang terdaftar di Dapodik hampir mencapai 7.000 orang. ‘’Yang saya khawatir, teman-teman saat pendaftaran dia tidak memperbaharui lagi. Jadi sebenarnya harus connect antara formasi PPPK dan Dapodik. Begitu dia tidak masuk, dia tak tercatat untuk berhak mendapat daftar di PPPK,’’ terangnya.

Dalam rekrutmen CPNS 2021, Pemprov NTB akan membuka lowongan sebanyak 4.865 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Lowongan sebanyak itu sesuai jatah formasi CPNS dan PPPK yang diterima dari Pemerintah Pusat sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 555 Tahun 2021.

Sebanyak 4.865 formasi yang diperoleh tersebut terdiri 4.443 formasi guru PPPK dan 422 formasi CPNS. Sebanyak 422 formasi CPNS tersebut terdiri dari 271 formasi tenaga kesehatan dan 151 formasi tenaga teknis.

Jatah formasi PPPK yang diperoleh Pemprov NTB berkurang sebanyak 585 formasi dari usulan sebelumnya. Sedangkan jatah CPNS yang diperoleh berkurang 47 formasi dari usulan.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., mengatakan pelaksanaan rekrutmen guru PPPK akan dilakukan tiga tahapan. Nama-nama guru yang akan ikut seleksi sudah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemendikbud Ristekdikti).

‘’Nanti kita sudah menerima data yang sudah jadi. Kita hanya memanggil peserta, mengumumkan saja. Tidak kita verifikasi, namun sudah dilakukan verifikasi oleh pusat (Kemendikbud),’’ jelasnya.

Karena jumlah peserta yang ikut seleksi PPPK cukup banyak, maka seleksi akan dilaksanakan di kabupaten/kota. BKD merencanakan membentuk lima stasiun pelaksanaan seleksi.  Untuk Pulau Lombok rencananya akan dilaksanakan dua tempat, yaitu Kota Mataram dan Lombok Timur.

Stasiun Kota Mataram untuk Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Sedangkan Stasiun Lombok Timur untuk Lombok Timur dan Lombok Tengah. Kemudian Stasiun Sumbawa Barat, Stasiun Sumbawa, dan Stasiun Bima untuk Bima, Kota Bima dan Dompu. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional