58 Anggota Polri Dipecat Selama 2018

Kapolda NTB, Achmat Juri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 58 anggota Polri jajaran Polda NTB melanggar kode etik mendapat sanksi tegas. Sanksinya antara lain pemberhentian tidak dengan hormat alias dipecat. Kasus pelanggaran kode etik meningkat.

Catatan tersebut membandingkan angka pelanggaran anggota di tahun 2017 dan 2018. Pelanggaran kode etik sebanyak 56 kasus pada tahun 2017, meningkat dua kasus menjadi 58 kasus di tahun 2018.

Iklan

Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri mengatakan, penindakan anggota itu sebagai bagian dari tindakan tegas penindakan ke dalam terhadap anggota yang melanggar.

“Agar memberikan efek jera kepada anggota lainnya untuk tidak melakukan pelanggaran serupa,” ucapnya dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Pelanggaran kode etik itu dilakukan satu perwira menengah, dua perwira pertama, dan sisanya 54 brigadir. Sementara di tahun 2017, ragam pelanggarnya minus perwira menengah, satu perwira pertama, dan 55 brigadir.

Sementara untuk pelanggaran disiplin, tercatat 265 kasus selama tahun 2018. Pelaku pelanggar yang ditindak antara lain, dua perwira menengah, tiga perwira pertama, 253 brigadir, dan tiga PNS Polri.

“Untuk pelanggaran disiplin ini menurun,” kata Juri. Penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017, yakni totalnya 267 kasus dengan pelaku pelanggaran tiga perwira menengah, tujuh perwira pertama, 255 brigadir, dan satu PNS Polri.

Sanksi diberikan sesuai dengan peraturan Kapolri No14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Mereka yang diberi sanksi diantaranya melakukan desersi atau sudah dihukum pengadilan karena terbukti melakukan perbuatan pidana. (why)