564 Warga di Bima Digigit Anjing, 33 Positif Rabies

Seorang Kades yang menjadi korban gigitan anjing di Bima, tengah mendapatkan perawatan oleh petugas, baru-baru ini. (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Warga Kabupaten Bima yang digigit anjing terus bertambah. Berdasarkan data Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima jumlahnya sampai saat ini mencapai 564 orang.

“Sampai tanggal 19 Desember 2019 jumlahnya ada 564 orang. Sementara yang positif 33 dari 80 sampel yang diteliti,” kata Kabid P2PL Dikes Kabupaten Bima, Rifai S.Sos M.Ap, Kamis, 19 Desember 2019.

Iklan

Terkait kasus rabies, Pemerintah Kabupaten Bima telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal itu perlu penanganan yang cukup serius, menyusul bertambahnya warga yang digigt anjing. “Kasusnya sudah menyebar di seluruh Kecamatan. Jadi perlu penanganan serius semua pihak,” katanya.

Dalam penanganannya, Rifai mengajak juga Pemerintah Desa (Pemdes) membantu. Yakni melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan, seperti menghimbau masyarakat untuk memberikan vaksin dan eliminasi Hewan Penular Rabies (HPR).

“Harus ada tindakan bersama, termasuk Pemdes sebagai langkah pencegahan dan antisipasi,” katanya. Karena menurutnya, kendala yang dihadapi OPD teknis terkait (Disnak dan Keswan serta Dikes) saat turun ke lapangan untuk melakukan vaksinasi dan eliminasi, kebanyakan warga sengaja menyembunyikan hewan (anjing) untuk menjaga ladang pertanian itu.

“Ini kendalanya. Tapi kalau untuk Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) stok kita banyak,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional