56 Negara Dibuka, APJATI NTB Siapkan Pemberangkatan Tenaga Kerja

H. Muhammadon. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Asoasiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) berbenah untuk memberangkatkan kembali pekerja-pekerja NTB ke luar negeri. Setelah pemerintah melonggarkan pengiriman ke 56 negara di berbagai belahan dunia di masa adaptasi kebiasaan baru.

56 negara tersebut berdasarkan keputusan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja RI diantaranya. Afrika Selatan, Ajazair, Amerika Serikat, Azerbaijan, Belgia, Bosnia, Brunei Darussalam, Denmark, Djibouti, Ethiopia, Gabon.Ghana, Ghuyana, Hungaria, Hongkong, Irak.

Iklan

Lainnya, Italia, Jepang, Jerman, Kalodenia Baru, Kenya, Korea Selatan, Kuwait, Lebanon, Liberia, Maladewa,Maroko, Mesir, Nambia, Nigeria, Norwegia, Panama, Papua New Guineia, Emirat Arab, Polandia, Prancis,Qatar, Republik Kongo, China, Republik Matta, Rumania. Rusia, Rwanda, Singapura. Somalia, Sri Lanka, Suriname, Swedia, Swiss, Tanzania, Thailand, Uganda,Uzbekistan, Yordania, Zambia,  dan Zimbabwe.

Ketua Apjati Provinsi NTB, H. Muhammadon, kepada Suara NTB di Mataram, Senin, 30 Agustus 2021 mengatakan, dibukanya 56 negara ini tentu menjadi angin segar bagi perusahaan pengirim tenaga kerja. Sudah memasuki dua tahun terakhir pandemi Covid-19 perusahaan nyaris tidak bisa lagi mengirim tenaga kerja ke berbagai negara.

Hal itu membuat banyak perusahaan pengerah tenaga kerja tutup. Apjati NTB tengah berkoordinasi dengan BP2MI di Mataram, syarat-syarat apa yang harus dipenuhi untuk memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri di masa Covid-19 ini. selain itu, Apjati juga mempertanyakan kerjasama BP2MI dengan Bank Negara Indonesia (BNI) dalam hal pembiayaan kepada calon-calon pekerja luar negeri yang ingin berangkat.

“Karena sekarang tidak boleh lagi potog gaji. Kalau sebelumnya pembiayaan pekerja lewat koperasi atau finance. Sudah ada kerjasama BP2MI dengan BNI, ini yang kita juga ingin perjelas ke BP2MI,” katanya pagi kemarin. H. Madon menambahkan, dari sejumlah negara yang diberi lampu hijau oleh pemerintah Indonesia untuk pengiriman, hanya beberapa negara yang potensial untuk pengiriman tenaga kerja NTB. pertama ke Malaysia yang peminatnya paling banyak. Namun belum dibuka. Kedua, Arab Saudi, dan ketiga Hongkong.

Untuk pengiriman ke Hongkong ini, H. Madon mengatakan sudah melakukan pelatihan kepada 192 calon pekerja luar negeri. Dan sudah disertifikasi. Bekerjasama dengan LSP Nusantara. Karena pandemi, mereka gagal diberangkatkan. “Kita cari lagi mereka yang sudah mendapatkan pelatihan ini. untuk disiapkan berangkat bekerja lagi,” imbuhnya.

Ia berharap, 56 negara ini dapat menggairahkan kembali perusahaan-perusahaan pengiriam tenaga kerja, serta menggairahkan ekonomi di tengah pandemi. Terpisah, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH mengingatkan, kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri untuk lebih berhati-hati memilih negara-negara tujuan pengiriman. Maksudnya, harus dilihat negara-negara mana yang kondisinya meyakinkan aman, serta disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dibutuhkan. “Untuk mendapatkan informasinya lebih detail, bisa langsung menanyakannya ke Dinas Nakertrans di Kabupaten/Kota,” demikian Gede. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional