53 Usaha Wisata Ajukan Proposal Dana Hibah Pariwisata

IGB Sumbawanto. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disarpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sejauh telah menerima sebanyak 53 proposal yang diajukan para pelaku usaha wisata untuk mengakses bantuan dana hibah pariwisata.

Kepala Disparpora KSB, IGB. Sumbawanto menjelaskan, proposal permohonan yang masuk itu rata-rata adalah pelaku usaha pariwisata yang bergerak di bidang perhotelan dan restoran. Rinciannya 24 proposal dari usaha perhotelan dan 29 usulan diajukan para pengusaha restoran atau rumah makan. “Totalnya sementara ini yang mengajukan proposal 53 usaha,” terangnya kepada Suara NTB, Jum’at, 6 November 2020.

Iklan

Seluruh proposal yang telah masuk itu, saat ini tengah dilakukan verifikasi oleh tim Disparpora bekerja sama dengan Inspektorat setempat. Sebab sebelum para pemohon dinyatakan berhak menerima dana bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Diantaranya pelaku usaha wisata pemohon telah mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), kepatuhan pelunasan pembayaran pajak yang dibuktikan dengan realisasi tahun 2019 dan ketiga kelengkapan izin lainnya berdasarkan rekomendasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Menurut Sumbawanto, setelah seluruh syarat dipenuhi. Barulah para pelaku usaha wisata itu dapat mengakses bantuannya. Dan sesuai ketentuan, pemanfaatan salah satu dana program stimulan ekenomi di tengah pandemi Covid-19 itu. Para peneirma nantinya diwajibkan menggunakannya sepenuhnya untuk menopang kelanjutan usaha mereka. “Nanti setelah mereka terima dananya akan ada tim pendamping dari pemerintah untuk mengawal pemanfaatannya,” cetusnya.

Selanjutnya Sumbawanto menambahkan, meski saat ini proses verifikasi tengah berjalan. Masih ada kesempatan bagi para pelaku wisata lainnya mengajukan proposal permohonan. Namun sambung dia, harus secepatnya mengingat target realisasi penyaluran bantuan tersebut oleh Kemenparekraf ditargetkan tuntas pada akhir tahun ini.

“Kalau ada yang mau mengajukan diri. Saran kami segera sampaikan proposalnya. Mumpung verifikasi masih jalan oleh tim. Karena kalau sudah selesai nanti bisa ditinggal, kan kita juga kejar penuntasan target pusat untuk realisasi program itu,” sambung mantan kepala Dinas Pertanian (Distan) KSB ini.

Untuk diketahui, dana hibah pariwisata yang diberikan Kemenparekraf kepada Pemda KSB sebesar Rp4,1 miliar lebih. Dalam penyalurannya dana itu ditransfer pusat melalui kas daerah dalam mata anggaran APBD Perubahan tahun ini. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional