5000 Peserta akan Ikuti “L’Etape Indonesia by Tour de France”

Moh. Faozal. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Persiapan NTB sebagai tuan rumah L’Etape Indonesia by Tour de France pada April 2020 mendatang terus digenjot. Terutama untuk mematangkan akomodasi ribuan orang dari 18 negara yang menjadi peserta gowes internasional tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, L. Moh. Faozal, S.Sos,M.Si menerangkan, potensi seluruh peserta L’Etape mencapai 5.000 orang. ‘’Dari 1.300 (peserta) sepeda, dia bisa bawa 3-4 orang keluarganya,’’ prediksi Faozal Rabu, 4 Maret 2020 saat memberikan keterangan pers di Mataram.

Iklan

Beberapa negara yang akan mengikuti event internasional tersebut antara lain Singapore, Australia, Thailand, Aljazair,Italia, Amerika, Pakistan, Saudi Arabia, Indonesia, Malaysia, Kanada, Prancis, Portugal, Vietnam, jepang, China, Korea, dan Brazil. Mempertimbangkan penyebaran virus Corona (Covid-19), Faozal menyebut penyelenggaraan L’Etape di Indonesia telah menyiapkan juga strategi siaga.

Dicontohkan Faozal seperti Singapura yang mengirim peserta terbanyak dari negara lainnya, yaitu mencapai 39 orang. Di sisi lain, Singapura saat ini menjadi salah satu negara yang paling diwaspadai untuk penyebaran virus Corona. ‘’Ini segera kita koordinasikan dengan Imigrasi di pusat, memastikan bagaimana regulasi yang bisa segera kita kirim calon peserta,’’ ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang telah diambil pemerintah adalah mengharuskan para peserta tersebut mengirimkan surat keterangan bebas virus Corona dari negaranya masing-masing. Dengan rekomendasi tersebut, maka peserta diperbolehkan untuk tetap mengikuti L’Etape di Indonesia.

‘’Kalau mereka tidak punya (surat keterangan sehat) maka tidak bisa masuk dan tidak bisa mengikuti event ini,’’ tegas Faozal. Sebagai informasi, gelaran balap sepeda internasional tersebut akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di mana persiapan kebutuhan penunjang seperti lokasi, pengamanan, medis, dan lain-lain tengah disiapkan.

Senada dengan itu Direktur L’Etape Indonesia, Zacky Badrudin, menerangkan pihaknya selaku penyelenggara akan memastikan persyarataan pengecekan kesehatan di negara masing-masing harus dipenuhi oleh peserta.

“Kami akan memberikan email syarat-syarat untuk disiapkan oleh para peserta. Baik itu lokal maupun mancanegara untuk mempersiapkan syarat-syaratnya,’’ ujarnya.

Sampai saat ini telah ada 1.300 peserta yang mendaftar L’Etape di NTB untuk periode April mendatang. Untuk akomodasi, Zacky menyebut ribuan peserta L’Etape akan dikonsentrasikan di Kota Mataram. Mengingat kawasan perhotelan di Lombok Tengah telah penuh untuk periode tersebut.

‘’100 persen hotel di ITDC itu sudah penuh, sehingga (peserta) kami arahkan ke Mataram. Nanti akan disiapkan shuttle bus dari Mataram ke lokasinya,” ujar Zacky. Ke depan, L’Etape direncanakan akan digelar sebanyak tiga kali setiap tahunnya jika edisi pertama di NTB sukses.

Untuk penyelenggaraan di NTB, L’Etape mengambil tema “Experience Tour de France”. Di mana pihak penyelenggara berharap setiap peserta yang ikut bisa merasakan pengalaman balapan layaknya pembalap sepeda profesional di Tour de France.

Dalam L’Etape disediakan dua kategori balapan, yaitu short distance dan long distance dengan jarak 120 Km. ‘’Peserta long distance ini sudah sebanyak 1000 orang, sedangkan yang short distance itu ada 300 perserta,’’ sebut Zacky.

Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, yang hadir dalam konferensi pers tersebut menerangkan bahwa pengamanan L’Etape telah menjadi prioritas. Mengingat kegiatan tersebut menjadi salah satu pendorong pariwisata sekaligus pemanasan untuk MotoGP 2021.

“Ini adalah salah satu parameter kita ke depan menghadapi MotoGP. Untuk menciptakan L’Etape itu aman dan lancar baik peserta mampu penonton, ada beberapa titik dilakukan pengamanan,’’ ujar Rizal. Dalam melaksanakan pengamanan, pihaknya akan dibantu oleh perangkat desa. ‘’Ada beberapa titik yang dipaparkan sebagai (potensi) kerawanan-kerawanan,’’sambungya.

Diterangkan Rizal, pihaknya juga akan membuat posko pengamanan khusus selama gelaran L’Etape berlangsung. Hal itu untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat NTB dan para peserta sendiri, terutama untuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Terkait pengamanan penyebaran virus Corona, dicontohkan Rizal seperti syarat penyerahan rekomendasi kesehatan dari negara asal peserta yang harus diserahkan.

‘’Kalau tidak menyerahkan itu kita pastikan dia tidak boleh datang. Kalaupun sudah datang, nanti kita periksa lagi di posko itu. Kita cek suhu tubuh dan lain-lainnya. Jadi masyarakat kita tidak perlu khawatir. Bagaimanapun kita pasti memperhatikan juga keselamatan masyarakat kita,’’ pungkasnya. (bay)