50 Persen Dana BOS Madrasah untuk Gaji Honorer

Abdul Haris. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, menyebutkan 50 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah, diarahkan untuk membayar gaji guru honorer. Sementara sisanya, fokus melengkapi kebutuhan lain seperti pengadaan buku, pemeliharaan gedung serta biaya kegiatan internal dan eksternal sekolah.

Demikian ungkap Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bima, H. Abdul Haris, M. Si., kepada wartawan di kantornya beberapa waktu lalu.

Iklan

Ia mengatakan, sebagaimana Juknis penggunaan dana BOS yang berlaku, anggaran tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk pembangunan gedung maupun pagar sekolah. “Dua item pembangunan ini tidak tertuang dalam  regulasi penggunaan dana BOS,” terangnya.

Menurutnya, jangankan untuk membangun gedung penunjang kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah, pembelian buku melebihi standar ketentuan yang berlaku dianggap tindakan menyimpang

Seperti pengalaman tahun lalu, karena kedapatan melakukan pengadaan buku melebihi standar, salah satu madrasah dianggap menyalahgunakan anggaran BOS. “Itu jadi temuan Inspektorat pusat, dan madrasah tersebut dianggap salahgunakan anggaran,” ujarnya.

Ditambahkan Abdul Haris, selain banyak diarahkan untuk gaji guru honorer, dalam alokasi dana BOS tahun ini terdapat pemotongan dari pemerintah pusat, di mana per siswa Rp100 ribu. Pemotongan tersebut dilakukan untuk menghemat penggunaan anggaran negara di tengah bencana non alam pandemi Covid-19.

Belum diketahui pasti apakah kebijakan tersebut berlanjut atau tidak di tahun 2022. “Kita belum tahun apakah regulasi ini berlanjut di tahun 2022 atau tidak. Kalaupun ada perubahan, pasti mereka (pusat) akan mengirim surat pemberitahuan,” tandasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional