50 Kelurahan di Mataram Zona Merah DBD

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan mengidentifikasi 50 kelurahan di Mataram rawan terserang demam berdarah dengue (DBD). Kelurahan Pagutan paling parah karena 20 orang di tahun 2017 positif DBD. Bahkan, satu orang meninggal dunia.

Secara komulatif kasus DBD ditemukan positif empat bulan terakhir mencapai 160 kasus. Satu warga Kelurahan Pagutan meninggal dunia. “Bulan kemarin satu orang yang meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Selasa, 2 Mei 2017.

Iklan

Dijelaskan, perkembangan kasus DBD sekarang ini sama dengan tahun sebelumnya. 50 kelurahan di Kota Mataram masuk zona merah atau rawan terserang gigitan nyamuk aedes aegypti. Hanya Kelurahan Ampenan Utara masih zona putih.

Yang terpenting menurut Usman, pemberantasan sarang nyamuk. Pihaknya tidak mungkin memberantas DBD itu menjadi nol. Gigitan nyamuk aedes aegypti bisa saja terjadi di luar daerah. Kecuali, yang bisa dilakukan bebas jentik 100 persen. “Mustahil kalau bebas DBD itu nol. Penyakit ini bisa datang dari luar,” sebutnya.

Kerentanan tersebut mengingat mobilisasi masyarakat di Kota Mataram sangat tinggi. Kemungkinan terjangkit itu sangat besar. Oleh karena itu, ia mengharapkan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan oleh masyarakat.

Dinas Kesehatan lanjutnya, sering memberikan sosialisasi, fogging, memberikan abate dan lain sebagainya. Pencegahan ini akan sulit jika tidak dimulai dari masyarakat itu sendiri. “Semua sudah kita lakukan,” ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat menjaga pola hidup sehat. Terutama pada perubahan cuaca seperti saat ini. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here