50 Kelurahan di Mataram Rawan Terjangkit DBD

Usman Hadi (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Penyakit deman berdarah dengue (DBD) semakin menyebar. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. 50 kelurahan di Kota Mataram rawan terjangkit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menyampaikan, kasus DBD mengalami peningkatan pada bulan Februari mencapai 50 – an. Di antaranya, 32 warga positif menderita DBD dan sisanya suspect.

Iklan

Pemicu penyakit tersebut adalah tingkat kebersihan di lingkungan setempat. Oleh karena itu, ia menyarankan satu rumah memiliki satu jumantik, sehingga kasus DBD akan menurun. “Tergantung pola kebersihan di lingkungan,” kata Usman ditemui, Selasa, 4 Februari 2020.

Penderita DBD di Kota Mataram mulai menyebar. Beberapa kasus ditemukan seperti Kelurahan Monjok, Rembiga, Sapta Marga, Pagutan Barat dan kelurahan lainnya. Pengalaman tahun 2019 lalu, hanya satu kelurahan masuk zona putih atau terbebas dari gigitan nyamuk aedes aegepty tersebut yakni Kelurahan Ampenan Utara. Tetapi, 50 kelurahan masih rawan. Tergantung dari pola hidup sehat serta tingkat kebersihan di lingkungan. “Semua wilayah rawan. Karena penyebarannya lewat nyamuk,” tandasnya.

Resiko tinggi terserang DBD justru masyarakat yang tinggal di perkampungan. Sementara, penduduk urban dan tinggal di pesisir pantai maupun sungai kasusnya sedikit. Dinas Kesehatan berupaya menekan kasus deman berdarah melalui pembagian abate serta pengasapan (fogging).

Fogging rutin dilakukan pagi – sore oleh petugas untuk pemberantasan sarang nyamuk. Hanya saja, keterbatasan personel tidak bisa menjangkau keseluruhan wilayah. “Enam petugas fogging, pagi – sore. Ndak bisa fogging kalau hujan,” ujarnya.

Masyarakat yang terjangkit DBD diminta segera mendapatkan perawatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Seperti puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya, sehingga petugas cepat mengambil tindakan. (cem)