5.900 Peserta JKN di Lotim Tunggak Bayar Iuran

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 5.900 peserta mandiri di Lombok Timur (Lotim) menunggak pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Banyaknya pihak yang belum melunasi kewajiban disebabkan kondisi perekonomian masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur, drg. H. Asrul Sani. Menjawab Suara NTB di Selong, Jumat, 30 September 2016, Asrul Sani mengakui, masih minimnya yang menjadi peserta JKN Mandiri, karena masih adanya budaya masyarakat lebih senang membayar langsung saat melakukan pelayanan kesehatan.

Iklan

Sistem asuransi kesehatan yang dirancang pemerintah ini juga baru mulai diaplikasikan, sehingga tidak sedikit masyarakat yang yang tidak mampu untuk urusan membayar kewajibannya tiap bulan.

Asuransi kesehatan dalam sistem JKN ini bersifat sosial. Diketahui pada tahun 2019 mendatang, target nasional seluruh warga Indonesia harus sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Namun, warga tidak bisa dipaksakan.

Hingga saat ini, ujarnya, jumlah peserta JKN Badan Penyelenggaran Jaminan Kesejatan (BPJS) Kesehatan se Kabupaten Lotim sudah mencapai 803.862 orang, dari jumlah itu sebanyak 686.930 yang menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Berdasarkan data ini terlihat para penerima KIS dari PBI terbanyak. Sedangkan dari jalur mandiri terbilang masih kecil. Besarnya jumlah penerima PBI itu saja sudah melampaui persentase jumlah penduduk miskin se Kabupaten Lotim. Fakta ini turut menjadi pertanyaan besar pihaknya dan dan perlu ditelusuri penyebabnya.

Pihaknya meragukan tingkat validasi data penerima JKN PBI ini. Alasannya, data yang digunakan merupakan data yang diambil pada tahun 2010-2011. Apalagi ada yang tergolong warga yang mampu masuk PBI.

Kepala BPJS Cabang Selong, M. Farid mengatakan, masih banyaknya warga yang menunggak itu ia kembalikan sepenuhnya kepada aturan yang berlaku. Pandangannya, seluruh yang mendaftar dari jalur mandiri tergolong yang sudah mampu memenuhi kewajibannya untuk membayar iuran tiap bulannya.

3 - M

Farid (Suara NTB/dok)

Prinsip dalam asuransi JKN KIS ini adalah mengedepankan semangat kegotong royongan. “Dengan Gotong royong semua tertolong,” imbuhnya. Ketika ada yang berutang pembayaran iurannya, diminta untuk segera dibayar.

Harapan besarnya, program JKN ini bisa berkelanjutan. Karenanya seluruh pihak, utamanya yang memiliki karyawan di perusahaan ditegaskan agar segera membayar. Dimana ada sanksi bagi perusahaan yang tidak membayar.

Sejauh ini, para peserta mandiri yang membayar iuran hanya ketika sedang sakit. Seperti yang mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Lotim. Rekomendasi pembuatan KIS JKN baru yang menggugurkan menunggu 14 hari masa pemberlakuan. Rata-rata hanya membayar sekali saja saat sedang sakit. Selebihnya tidak pernah ada yang membayar. (rus)