5.600 Bibit Lobster Gagal Terbang ke Singapura

Petugas Balai Karantina Ikan Mataram melepasliarkan 5.600 ekor bibit lobster di perairan laut Pemenang, Lombok Utara, Selasa, 23 Oktober 2018. Sejumlah bibit lobster diamankan di Bandara ZAM saat hendak diselundupkan ke Singapura. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Penyelundup gagal mengirimkan bibit lobster ke Singapura. Sebanyak 23 kantong plastik diamankan di TGKH. Zainuddin Abdul Majid International Airport, Senin, 22 Oktober 2018. Bibit lobster tersebut ditaksir nilainya Rp760 juta.

Kasi Pengawas dan Informasi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram, M. Farhan mengatakan, mengamankan satu orang pelaku.

Iklan

“Pelaku membawa bibit lobster dengan menggunakan koper. Rencana dia mau terbang ke Singapura,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa, 23 Oktober 2018 kemarin.

Pelaku berinisial AM (34) asal Sukabumi Jawa Barat ini hendak bertolak menunju Singapura dengan menumpang pesawat Silk Air nomor penerbangan MI127, Senin, 22 Agustus 2018 petang lalu.

Gelagatnya biasa saja sampai petugas meneriksa koper warna merah yang dibawanya. Tim Aviation Security Bandara ZAM dan petugas Karantina Ikan Mataram lantas menggeledah koper.

Ditemukan 23 kantong plastik yang berisi bibit lobster gabungan jenis pasir dan mutiara. “Jumlahnya ada 5.600 ekor. Taksiran nilai ekonomisnya Rp760 juta,” ucap Farhan.

Dia menambahkan, pelaku mengaku diperintah seseorang. Mulai dari mengambil bibit lobster di pengepul di pesisir pantai selatan Lombok, sampai sukses diterima pemesan di luar negeri.

“Dia diupah Rp20 juta untuk melakukan pengiriman. Begitu juga diongkosi dia menginap dan perjalanan. Itu nanti kita telusuri,” ucapnya.

Untuk menjaga agar tetap hidup, bibit lobster yang disita kemudian dilepasliarkan perairan Pandanan, Malaka, Pemenang, Lombok Utara. (why)