5.241 Penyandang Masalah Sosial di Lobar Belum Tertangani

Anak-anak asal Lobar yang terjaring razia di daerah Loteng dijemput oleh Disos Lobar.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat Lombok Barat (Lobar) banyak yang berstatus Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dari  6.119 jiwa penyandang masalah social, sebanyak 5.241 jiwa belum disentuh atau ditangani. Hanya 878 yang sudah ditangani Pemda.

Berdasarkan data Dinas Sosial, PMKS yang mendominasi adalah orang tua (lanjut usia) telantar sebanyak 2.489 jiwa. Anak telantar sebanyak 1.903. Penyandang disabilitas sebanyak 617 jiwa. Anak dengan kedisabilitasan 379 jiwa. Wanita rawan sosial ekonomi 212 jiwa. Dari beberapa Penyandang sosial ini, masih minim sekali disentuh oleh Pemda. Seperti orang tua telantar baru ditangani 399 jiwa. Penyandang disabilitas baru ditangani 131 jiwa.

Bahkan ada penyandang yang belum disentuh sama sekali, yakni anak telantar dan anak korban tindak kekerasan. Dan pekerja migran bermasalah hukum. Di mana jumlah anak yang menjadi korban tindak kekerasan ini yang tercatat sebanyak 50 orang.

Sedangkan pekerja migran bermasalah hukum 37 jiwa. Kepala Dinas Sosial Lobar, Lalu Marta Jaya menjelaskan PMKS di Lobar memang masih sangat minim yang disentuh. “Karena dari 6.119 jiwa penyandang masalah sosial, sebanyak 5.241 jiwa belum disentuh atau ditangani,” jelas dia, Rabu, 2 Desember 2020.

Dari beberapa permasalahan sosial yang banyak masuk ke Dinsos adalah yang anak berurusan dengan hukum. Beragam kasus yang menimpa mereka. Selain itu anak telantar, orang tua telantar dan benar penyandang sosial lainnya. Termasuk anak jalanan di Lobar banyak terjaring di Mataram hingga Loteng. “Kita banyak jemput mereka, kami kembalikan ke orang tuanya,” ujarnya.

Terkait indikasi eksploitasi anak di daerah Kuripan, pihaknya bersama dengan aparat kepolisian turun untuk penanganan. Untuk program fakir miskin pihaknya berusaha menangani melalui program pemberdayaan yang sifatnya produk. Seperti program Kube, usaha ternak dengan harapan mereka bisa mendiri. (her)