44 Persen Sumber Penularan Tak Diketahui, Satgas Ingatkan Masyarakat Potensi Penularan 20 Ribu Kasus Covid-19

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mengingatkan masyarakat berkomitmen menaati protokol kesehatan. Karena, ada sekitar 44 persen kasus Covid-19 di NTB belum diketahui sumber penularannya.

Apalagi, pada 2021, diprediksi jumlah penularan virus Corona di NTB mencapai 13 ribu sampai 20 ribu kasus. “Kalau kita tidak melakukan langkah-langkah signifikan, maka bisa jadi tahun 2021, kita akan menghadapi angka fantastis. Diperkirakan 13.000 – 20.000 penularan positif,” kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., di Mataram, Rabu, 20 Januari 2021.

Iklan

Artinya, kata Sekda NTB ini, kasus Covid-19 bisa mencapai  tiga atau empat kali lipat dibandingkan 2020. Tahun sebelumnya, kata Sekda, juga pernah diprediksi kasus Covid-19 di NTB mencapai 5.000 kasus tahun 2020.

Prediksi tersebut tidak melenceng. Bahkan, angka kasus Covid-19 di NTB sampai 31 Desember 2020 mencapai 5.665 kasus positif.

‘’Artinya, yang terpenting komitmen kita bagaimana menerapkan protokol Covid sebaik-baiknya. Tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Wabil khusus ketika bepergian keluar daerah. Mungkin tak cukup dengan satu masker, pakai dua masker. Silakan lindungi diri sebaik-baiknya,’’ katanya mengingatkan.

Sekarang, kata Gita, ada sejumlah pejabat Pemprov yang terpapar Covid-19. Terbaru adalah Kepala Biro Umum Setda NTB, sebelumnya Asisten II. Untuk kondisi Asisten II, Sekda mengatakan sudah negatif.

Selain kalster perkantoran, mulai ditemukan klaster kampus dan sekolah. Ia menyebutkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB hingga Selasa, 19 Januari 2021, sudah menembus 6.704 orang.

Dengan rincian, 1.049 orang masih diisolasi di rumah sakit rujukan dan Rumah Sakit Darurat Asrama Haji. Kemudian, sebanyak 5.339 orang sudah sembuh, dan 316 pasien meninggal dunia.

Sekda menambahkan, dengan adanya 44 persen kasus Covid-19 di NTB yang belum diketahui sumber penularannya. Satgas terus melakukan evaluasi. Ia mengatakan Satgas sengaja menyampaikan potensi penularan Covid-19 yang diprediksi mencapai 13.000 – 20.000 kasus pada 2021 bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Namun agar masyarakat sadar bahwa Covid-19 masih menjadi persoalan yang harus dihadapi dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Katanya varian kedua (Covid-19) ini lebih ganas. Ganas atau tidak, sekarang Covid-19 sudah berada di sekitar kita,” katanya.

Sekarang, kata Sekda, tidak bisa diketahui siapa yang menularkan Covid-19. Karena mereka orang tanpa gejala (OTG). Seperti Kepala Biro Umum yang terpapar Covid-19, tidak pernah keluar daerah.

‘’Maka dengan adanya vaksinasi, mudah-mudahan itu akan menjadi penetrasi untuk tidak terjadinya angka prediksi seperti itu. Vaksinasi salah satu ikhtiar, tetapi tetap protokol Covid itu dilakukan,’’ tandasnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional