410 Ribu Masker Produksi UMKM Belum Terserap

Ratusan ribu masker produksi UMKM yang belum terserap dan digudangkan. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) produsen masker kebingungan. Ratusan ribu pcs hasil produksi mereka belum terserap. Tadinya, masker ini didorong oleh pemerintah daerah untuk dibuat sebanyak-banyaknya dan akan diserap untuk kebutuhan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Ratusan ribu masker yang diproduksi oleh puluhan UMKM di NTB ini masih tertumpuk di gudang.

Seluruhnya telah disablon bertulis “Pemprov NTB”. Dijual ke pasaran, tentu sulit laku. Karena sudah dibranding. “Jumlah pastinya 410.000 pcs. Ada di dua gudang. Di gudang saya dan gudang ketua PP UMKM NTB,” kata Ketua Tim Pendata Produksi Masker UMKM NTB, Harianto. Jika dihitung nilai uang yang digunakan oleh UMKM untuk memproduksi masker sebanyak itu sudah mencapai hampir Rp4 miliar. satu pcs masker harga belinya Rp9 ribuan oleh Pemprov NTB. sebelumnya, pemerintah daerah melakukan pemberdayaan kepada UMKM untuk memproduksi masker guna mengurangi dampak penularan Covid-19 di NTB.

Iklan

Pemprov NTB membutuhkan 1 juta pcs masker untuk dibagi-bagi kepada masyarakat. Permintaan daerah ini diminta kembali oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB kepada para pelaku UMKM untuk membuat sebanyak-banyaknya. Dalam perjalanannya, Pemprov NTB kemudian menyetop permintaan. Padahal, produksi sudah berjalan, kata Harianto. Sebagai semangat UMKM, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi permintaan daerah.

Bahkan rata-rata  para pelaku UMKM menggunakan modal utang untuk membeli bahan, menggaji karyawan yang memproduksi. Satu orang, kata Harianto utangnya bisa mencapai seratusan juta. “Dari mana UMKM mau mengembalikan utang pinjaman,” ujarnya kepada Suara NTB, Selasa, 7 Juli 2020. UMKM tak riuh atas persoalan ini.

Menurutnya, UMKM sangat menghargai kebijakan Pemprov NTB melakukan pemberdayaan. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB sebagai koordinator pengadaan masker diharapkan mencari jalan keluarnya. Produsen masker melalui Persatuan Pengusaha UMKM NTB telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, H. Wirajaya Kusuma. Arahannya, UMKM diminta bersurat secara resmi untuk dibijaksanai oleh kepala daerah. “Kita sedang proses itu. Mudah-mudahan ada jalan keluar. Agar tidak mematikan UMKM,” demikian Harianto. (bul)

  Pinjam Lahan, PKL Belakang RSUD NTB Ditata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here