400 Ribu Penduduk Belum Divaksin, Capaian Vaksinasi Lobar di Bawah Provinsi

Kegiatan pelayanan vaksinasi di Lobar terus ditingkatkan. (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres persentase capaian vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) masih dibawah rata-rata provinsi. Dan nomor urut ketiga terendah di Pulau Lombok. Sejauh ini terdapat 129 ribu jiwa sudah divaksin, dari target 530 ribu jiwa. Itu artinya, terdapat 400 ribu jiwa belum divaksin.

Berdasarkan data cakupan vaksinasi Covid-19 di NTB per tanggal 15 September, Lobar mencatat 24,37 persen, sedangkan untuk cakupan NTB mencapai 33,59 persen. Sedangkan dibandingkan kabupaten/kota di Pulau Lombok, seperti Kota Mataram mencapai di atas 70-80 persen, Lombok Utarasebanyak 39,85 persen. Namun lebih tinggi dibanding Lombok Timur 23,92 persen dan Lombok Tengahsebanyak 23,78 persen.

Iklan

Kabid P3KL pada Dikes Lobar dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan sejauh ini capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 84 ribu jiwa atau sebesar 15,4 persen. Untuk dosis kedua 44 ribu jiwa atau 8 persen lebih. Kalau digabungkan dosis 1 dan 2 capaiannya sebesar 129 ribu. “Dari target yang divaksin sebanyak 530 ribu. Artinya ada 400 jiwa belum divaksin,”jelasnya, Kamis, 16 September 2021.

Vaksinasi ini, jelas dia, terkendala masih pada stok vaksin. Sehingga pihaknya berharap untuk mencapai target 50 persen penduduk divaksin dari target jumlah yang disasar, dosis vaksin harus tetap tersedia. “Karena kita di kawasan penyangga (event MotoGP) ditarget 50 persen divaksin dua bulan ke depan,”terang dia.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Made Ambaryati, mengatakan, Lobar  ditarget oleh pusat pada paling cepat bulan ini bisa mencapai 50 persen. Karena kata dia, kabupaten/ kota di NTB diminta capaiannya 50 persen pada bulan ini. Kecuali Loteng sebesar 70 persen, karena di daerah itu akan diadakan MotoGP. Ia mengaku optimis bisa mencapai target vaksinasi 50 persen pada bulan ini.

Ditambahkannya, beberapa kendala yang ditemukan dalam pencatatan vaksin di Lobar. Salah satunya, adalah ketika provinsi melakukan vaksin di Lobar, data vaksin yang dilakukan oleh pemerintah provinsi bukan masuk ke Kabupaten Lobar, melainkan masuk ke Kota Mataram. Untuk itu, dari Pemda Lobar bersama tim gabung sudah bekerja secara maksimal, sesuai dengan jatah vaksin yang sudah diterima oleh Kabupaten Lobar.

Selain kendala diatas, kendala lain yang juga dihadapi, adalah masalah kependudukan warga masyarakat yang diberikan vaksin. Karena data NIK yang belum online dengan Dinas Dukcapil, maka saat pendataan untuk dimasukkan ke pusat, tidak dapat dilakukan dan tidak diakui oleh pusat, walaupun orang tersebut sudah divaksin. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional