400 Guru Honorer Diusulkan Jadi CPNS

Taufik Priyono. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram sedang mendata guru honorer di Kota Mataram. Sejumlah 400 guru honorer akan diajukan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui mekanisme pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Sekretaris BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono menyebutkan, jumlah guru tidak tetap sekitar 840 orang lebih, namun yang diusulkan sebanyak 400 formasi. Kepastian pelaksanaan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang seluruh kabupaten/kota dan provinsi menghitung kebutuhan guru di Denpasar, Bali pada 10 Desember mendatang. “Kita mengusulkan 400 formasi,” sebut Yoyok, sapaan akrabnya dikonfirmasi Jumat, 27 November 2020.

Pengusulan GTT berdasarkan skala prioritas. Penggajian langsung dari pemerintah pusat, sehingga honorer guru yang diusulkan bagi telah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun serta sekolah kekurangan guru. Yoyok menambahkan, perhitungan kebutuhan guru tidak mungkin sepenuhnya formasi diajukan disetujui oleh pemerintah pusat. “Dari usulan tidak mungkin semua formasi disetujui,” tandasnya.

Mekanisme pengangkatan GTT menjadi P3K tetap melalui tes. Kemendikbud memberikan dua pilihan pelaksanaan tes, apakah menggunakan sistem computer assisted test (CAT) fasilitas dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau melalui tes tulis berbasis kertas fasilitas milik Kemendikbud.

Guru honorer diberikan kesempatan ujian selama tiga kali. Bagi GTT yang tidak lulus sampai tiga kali ujian diberikan kesempatan sampai tahun 2023. Berbeda halnya yang lulus satu kali tes memiliki peluang untuk diangkat sebagai CPNS. “Setelah itu tidak ada lagi pengangkatan,” tandasnya.

Yoyok belum bisa memberikan secara detail mekanisme rekrutmen serta syarat teknis pengusulan tersebut. Kendati demikian, pengangkatan P3K tidak dibatasi usia. Maksimal bagi guru jika usia pensiun 60 tahun, maka tidak bisa mengikuti seleksi jika telah berusia 59 tahun. “Kalau P3K tidak dibatasi usia. Yang penting di bawah usia 59 tahun atau 1 tahun sebelum pensiun,” demikian kata dia. (cem)