40 Persen Guru Negeri di Lotim Belum Bayar Zakat

Abdul Hayyi Zakaria (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Sekitar 40 persen dari 7 ribu guru negeri di Lombok Timur (Lotim) belum membayar zakat. Kewajiban mengeluarkan 2,5 persen dari gaji bulanan para pendidik berstatus negeri tersebut baru 60 persen.

Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim, Abdul Hayyi Zakaria di ruang kerjanya, Kamis, 26 November 2020.

Program Baznas Lotim Cerdas yang diluncurkan sehari sebelumnya ini diharapkan bisa menjadi umpan kepada para guru agar lebih banyak yang mengeluarkan zakatnya.

Diakui, umpan yang diberikan Baznas untuk 215 sekolah dan madrasah. Umpan yang sedikit ini diharapkan bisa dapat ikan yang banyak. Dilihat dari besarannya, masing-masing sekolah Rp 1 juta diakui memang sangat kecil. Jika dibagi ke semua guru, maka pembagiannya sangat kecil.

Dijelaskan Hayyi, konsep dasar program Lotim Cerdas ini untuk optimalisasi pengumpulan zakat dari kalangan guru negeri. Sejauh ini memang hanya negeri yang diharapkan. Sedangkan dari kalangan honorer belum ada kewajiban.

Meski demikian, guru honorer pun tidak dibatasi untuk mengeluarkan infaq dan sedekahnya untuk diteruskan penyalurannya kepada para mustahiq melalui Baznas. Sejumlah guru honor juga sudah ada yang secara kolektif meyalurkan infaqnya.

Ditambahkan, soal besaran bantuan yang disalurkan baznas dalam program Lotim Cerdas ini ke depan akan terus ditingkatkan. “Kita akan perbaiki terus,” ujarnya.

Target awal 1.000 guru akan diberikan. Tetapi karena kondisi keuangan, sehingga baru bisa disentuh sebagian saja. Ke depan tidak saja guru yang akan diberikan, tapi juga siswa-siswa berprestasi.

Teknis pendistribusiannya masih diberikan melalui kepala sekolah. Menjadi kewenangan kepala sekolah selanjutnya memberikan kepada para guru. Sesuai arahan dari Bupati H. M. Sukiman Azmy, bantuan-bantuan ke lembaga akan dikurangi dan ditekankan ke perorangan. (rus)