40 Nakes di Lobar Terpapar Covid-19

H. Ahmad Taufiq Fathoni (Suara NTB/her), Hj. Nurul Adha (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – 40 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terkonfirmasi positif Covid-19. Para nakes ini tersebar hampir di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Lobar. Dampak banyaknya nakes terpapar Covid-19 ini belum sampai pada fasilitas kesehatan ditutup. Hanya saja pelayanan vaksinasi terkendala.

Kabid P3KL pada Dinas Kesehatan Lobar dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni dikonfirmasi Minggu, 25 Juli 2021 mengatakan sejauh ini berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19 di Lobar terdapat kasus positif 2.270 orang, sembuh 1.786 orang, dan yang masih isolasi sebanyak 376 orang. Sedangkan yang meninggal 108 orang. “Dari kasus positif covid-19 itu banyak nakes juga. Kalau digabung puskesmas dan rumah sakit ada sekitar 40 orang,” sebut Fathoni.

Iklan

Ada puskesmas yang nakesnya terkena 7-10 orang. Kendati jumlah nakes terpapar Covid-19 lumayan banyak, namun tidak sampai menyebabkan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas ditutup.

Akan tetapi kegiatan lapangan di puskesmas dikurangi, mereka hanya melakukan pelayanan di internal. Namun kondisi ini sedikit berpengaruh pada pelaksanaan vaksinasi. Untungnya, Stok vaksin belum banyak yang didistribusikan, sehingga mereka tidak terlalu sering turun vaksinasi. “Pelayanan di dalam gedung aja, ndak ada yang turun lapangan,”ujarnya.

Perihal adanya masukan dari pimpinan DPRD, perlunya Pemda merekrut petugas Covid-19 untuk membantu nakes, pihaknya menyambut baik usulan ini. Hanya saja, mereka ini akan dibayar pakai apa, karena kondisi keuangan daerah sendiri defisit.

Kalaupun berharap dari PAD tidak ada. Begitupula Biaya Tidak Terduga, sumber pendanaan transfer dari pusat pun tersendat, sehingga banyak kegiatan yang belum cair pembiayaannya. “Agak berat. Tapi kalau pokir mereka dipotong untuk itu (honor) ya bisa. Cobak balik lagi ke beliau, mau ndak pokir dipotong untuk nakes. Kita terima nakesnya, tapi honornya dari pokir dewan,” tanyanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha prihatin dengan banyaknya nakes terpapar Covid-19. Karena mereka bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, sehingga sangat rawan terpapar.

Untuk itu, kata dia, nakes harus mendapatkan dukungan penuh baik dari sisi suplemen. Sebab jika para nakes terpapar Covid-19, maka tidak ada yang akan merawat pasien. Bahkan pelayanan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit akan tutup jika banyak yang terpapar. Karena itu ia mendorong  Pemda mesti melakukan terobosan bagaimana menyikapi nakes terpapar Covid-19. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional