40 Hotel di Lombok Ajukan Penurunan Daya Listrik

Dony Noor Gustiarsyah menunjukkan penggunaan listrik secara realtime di monitor kontrol Kantor PLN UP3 Mataram.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 40 hotel di Pulau Lombok mengajukan penurunan daya ke PT. PLN (Persero), sebagai dampak wabah corona yang mematikan sektor pariwisata. Hal ini diungkapkan dalam diskusi media dengan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Provinsi NTB dan PLN Unit Induk Wilayah tentang kesiapan mengakselerasikan kenormalan baru (new normal), Selasa, 30 Juni 2020.

Dari PLN UIW NTB, Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo dan Manager PLN UP3 Mataram, Dony Noor Gustiarsyah, dijelaskan hingga saat ini 40 pelanggan besar hotel dominan di Senggigi Lombok Barat, selain di Kota Mataram. Untuk Pulau Lombok, terdapat 320 hotel dari total 400 pelanggan besar.

Iklan

Penurunan daya sementara yang diminta oleh pelanggan-pelanggan besar ini, adalah akibat dari sepinya tamu yang menginap di hotel. Diketahui pemerintah memberikan stimulus kepada seluruh kegiatan ekonomi, salah satunya di sektor pariwisata karena dampak corona. Tanpa terkecuali, stimulus ini berlaku bagi pelanggan PLN.

Untuk pelanggan 450 VA, diberikan pembebasan pembayaran. Rencananya sampai awal triwulan IV 2020. Demikian juga pelanggan 950 VA, keringanan biaya listrik ditangguhkan 50 persen. PLN juga merespon permintaan stimulus dari pelanggan besar. dengan menurunkan daya, misalnya dari 1.100 MVA menjadi 240 KVA. “Penurunan daya berlaku sementara, tiga bulan. Yang mengajukan penurunan daya, sudah dilayani langsung,” jelas Dony.

Setelah diberlakukan kenormalan baru, aktivitas di PLN juga turut menyesuaiakan. Tatap muka sudah diperbolehkan. Dengan pemberlakukan ketat protokol kesehatan. Sejak mewabahnya corona di Provinsi NTB, konsumsi listrik di Pulau Lombok khususnya, mengalami penurunan sampai sebesar  10 persen. Sebelum corona, beban puncak (penggunaan listrik pada malam hari) mencari 250 Megawatt (MW). Saat ini, beban puncak pada malam hari sebesar 235 MW.

  Jadi Tujuan Selebritis Dunia, Pulau Moyo Krisis Listrik

Sementara pada siang hari turun sampai 145 MW. Padahal, daya mampu yang dihasilkan pembangkit listrik di NTB mencapai 308 MW. “Cadangan daya kita yang menganggur masih besar. Sepinya aktivitas di perhotelan berpengaruh besar terhadap konsumsi daya listrik di NTB. sementara ini karena konsumsi listrik rumah tangga naik akibat banyaknya kegiatan rumah, beban puncak kita bisa mencapai 235 Megawatt,” demikian Dony. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here