36 Desa di Kabupaten Bima Dilanda Kekeringan

Distribusi air bersih oleh BPBD Kabupaten Bima kepada warga Desa Waduwani Kecamatan Woha, Rabu, 15 Juli 2020.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 36 di wilayah Kabupaten Bima dilanda bencana kekeringan. Hal itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat per 14 Juli 2020.

Kasubid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Sos mengatakan 36 Desa yang dilanda kekeringan itu tersebar di 10 Kecamatan. “Jumlah Kepala Keluarga yang terdampak bencana kekeringan sebanyak 4.240 atau 21.168 jiwa,” katanya, Rabu, 15 Juli 2020.

Iklan

Lebih lanjut Bambang mengatakan, bencana kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bima tercatat sejak Bulan Januari 2020 lalu. Hingga Bulan Juli 2020 ada sebanyak 36 Desa. “Kemungkinan beberapa bulan kedepan akan bertambah,” katanya.

Ia mengaku wilayah atau desa yang setiap tahun terjadi kekeringan seperti Samili, Kalampa dan Waduwani Kecamatan Woha. Kemudian Bred an Belo Kecamatan Palibelo. “Wilayah yang tidak pernah terjadi kekeringan, tahun ini juga terkena, seperti Desa Rato Kecamatan Parado,” katanya.

Bambang mengaku hingga saat ini pihaknya terus mendistribusikan dan menyalurkan kebutuhan air bersih ke desa-desa yang terkena kekeringan tersebut sebagai upaya penanganan. “Upaya penanganan kekeringan yang kita lakukan mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter perdesa,” katanya.

Selain itu tambah dia, dalam waktu dekat akan dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bima tentang penetapan status keadaan siaga darurat penanganan kekeringan di di wilayah Kabupaten Bima tahun 2020. “Format SKnya sudah ada, tinggal ditandatangani Bupati Bima,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here