36.334 Dosis Vaksin Untuk Pengendalian Rabies di NTB

Muslih. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementan RI tahun 2021 ini mendistribusikan sebanyak 36.334 vaksin untuk pengendalian penyakit rabies di Provinsi NTB. Diketahui, penularan penyakit rabies belum sepenuhnya tertangani di seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, hingga saat ini. Di Pulau Lombok, rabies sejauh ini belum teridentifikasi ditemukan. Rabies ini salah satunya penyakit yang menjadi tantangan di Provinsi NTB.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, drh. Muslih  menjelaskan, salah satu kendala menuntaskan penularan rabies adalah HPR (Hewan Pembawa Rabies) yang hidupnya di alam liar. Di hutan, bahkan pegunungan. Tentu tidak mudah bagi petugas untuk melakukan pengejaran, atau penyuntikan vaksin. Sifat hidupnya yang bepindah-pindah sehingga susah terlacak.

Iklan

Selama proses berpindah-pindah inilah,HPR yang umumnya adalah anjing, menggigit apapun yang dilihatnya bergerak. Hewan, maupun manusia. Gigitannya itulah yang mengakibatkan penyakit rabies yang risikonya hingga mengakibatkan kematian jika tak tertangani dengan cepat. Data rabies tagun 2021 sampai hari ini, Sumbawa 325 kasus, Kabupaten Bima 17 kasus, dan Kota Bima 1 kasus, dan  total 343 kasus. Itu berdasarkan data yang dilaporkan online.

Muslih kepada Suara NTB, Kamis, 16 September 2021 menambahkan, untuk mengendalikan penularan rabies, ada 16.334 dosis vaksin rabies sudah didistribusikan. Diantaranya 78 dosis di Kota Mataram, 550 dosis di Kabupaten Lombok Barat, 400 dosis di Kabupaten Lombok Tengah, 200 dosis di Kabupaten Lombok Timur.

510 dosis di Kabupaten Sumbawa Barat. 7.320 di Kabupaten Sumbawa, 240 di Serding, 16 dosis di Kabupaten Dompu, 5.020 di Kabupaten Bima, dan 1.509 di Kota Bima. Lalu tambahannya, pengiriman langsung 10.000 dosis ke Kabupaten Sumbawa dan 10.000 ke Kabupaten Dompu. “Totalnya sudah 36.334 dosis terdistribusi di NTB. vaksinasi sedang berjalan. Tetapi tidak massif karena pemangkasan anggaran operasional dari pusat,” imbuhnya.

Vaksinasi rabies ini dikhususkan kepada hewan-hewan piaraan warga, khususnya anjing. Karena 95 persen penularan penyakit rabies berasal dari anjing. Anjing HPR liar, biasanya dalam beberapa hari akan mati dengan sendirinya. “HPR yang liar ini beberapa hari saja pasti mati. Dan matinya di hutan kalau dia anjing liar. Sehingga fokus penanganan adalah hewan-hewan piaraan,” jelas Muslih.

Hasil estimasi populasi anjing di Pulau Sumbawa, maksimal sebanyak 361.059 ekor. Tersebar sebanyak 22.262 ekor di Kabupaten Sumbawa Barat, 138.311 ekor di Kabupaten Sumbawa, 27.725 ekor di Kabupaten Dompu, 160.267 ekor di Kabupaten Bima dan 12.494 ekor di Kota Bima. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional