35.000 Masyarakat Pesisir Belum Miliki Kartu Nelayan

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 35.000 kepala keluarga masyarakat peisir belum memiliki kartu nelayan. Pemerintah menyiapkan fasilitas untuk mencetak kartu ini, selama pemerintah di masing-masing kabupaten/kota mengkoordinasikannya dengan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi NTB.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si mengatakan sosialisasi melalui penyuluh yang ada di kabupaten/kota tetap dilaksanakan agar program pengkartuan ini dimiliki oleh seluruh nelayan.

Iklan

Kartu nelayan ini sendiri dianggap sangat berguna karena menjadi tanda identitas sehingga pemerintah dalam memberikan pemberdayaan tepat pada sasaran.

“Kartu nelayan ini bisa juga digunakan untuk memperoleh fasilitas pelayanan dari pemerintah, seperti program asuransi dan sertifikat hak atas tanah bagi nelayan,” katanya. Hamdi menyebutkan terdapat sebanyak 68.000 jumlah nelayan di NTB. Saat ini baru 33.023 orang yang sudah memperoleh kartu nelayan.

33.023 kartu nelayan yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota. Di Kota Mataram sebanyak 1.340 orang, Kabupaten Lombok Barat 3.700 orang, Lombok Tengah 3.357 orang, Lombok Utara 1.813 orang dan Lombok Timur 8.070 orang. Sementara di Kabupaten Sumbawa sebanyak 5.652 orang, Sumbawa Barat 1.912 orang, Dompu 2.355 orang, Bima 3.465 orang dan Kota Bima sebanyak 1.359 orang.

Hamdi menambahkan, pencetakan kartu nelayan dilakukan sejak tahun 2012. Proses pencetakan selama ini dilakukan di DKP NTB, yang sudah memiliki mesin cetak khusus.

Namun mulai tahun 2017, DKP Kabupaten Lombok Timur bisa melakukan pencetakan sendiri karena sudah memperoleh bantuan mesin cetak dan mobil operasional keliling dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2016.

Kabupaten Lombok Timur memperoleh bantuan dari KKP karena merupakan salah satu kawasan Seribu Kampung Nelayan Mandiri, Indah, Tangguh dan Maju (Sekaya Maritim).

Selain Kabupaten Lombok Timur, pencetakan kartu nelayan juga sudah dilakukan oleh DKP Kota Mataram, karena sudah membeli mesin cetak sendiri dari dana APBD tahun anggaran 2016. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here