336 ASN di Lobar Berpotensi Berstatus Bodong

Asisten III Setda Lobar H. Ilham saat memaparkan para ASN berpotensi berstatus bodong lantaran belum login di sistem BKN My SAPK. (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan ASN di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) belum terdaftar pada My SAPK (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Akibatnya, terdapat sekitar 336 ASN berpotensi berstatus bodong, karena tidak terdaftar di sistem BKN tersebut. Ratusan ASN yang tersebar di banyak OPD inipun harus segera melakukan login atau aktivitasi di sistem tersebut. Sebab jika tidak segera, bisa dipastikan mereka terhambat mendapatkan hak-haknya sebagai ASN.

Asisten III Setda Lobar H. Ilham menyebut jumlah ASN di Lobar 6.119 orang, PPPK 125 orang, kemudian CPNS 201 orang, sehingga totalnya mencapai 6.525 orang. Lebih dirinci lagi dari jumlah ASN 6.119 orang itu, terdapat 5.863 orang sudah login dan aktivasi pada SPAK, sedangkan 336 orang belum login ke sistem. Jumlah yang sudah Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) sebanyak 5.426 orang dan 773 orang belum selesai PDM.

Iklan

Kemudian dari jumlah PPPK 125 orang baru login ke SPAK sebanyak 114 orang,  sisanya 11 orang belum. Yang sudah selesai PDM 1 orang dan 124 orang belum selesai PDM. Sedangkan untuk CPNS dari jumlah 201 orang yang sudah login 188 orang dan 13 orang belum. Yang sudah selesai PDM sebanyak 159 orang, dan 42 orang belum selesai PDM. Sehingga dari total 6.525 orang baik ASN, PPPK, maupun CPNS yang sudah login sebanyak 6.163 orang atau 94,48 persen. Sedangkan 360 orang atau 5,52 persen belum login.

Dan yang sudah PDM sebanyak 5.586 orang atau 85,61 persen dan 939 orang atau 14,39 persen yang belum.”ASN Yang belum login My SAPK ini berpengaruh terhadap nilai di pusat, karena mereka berpotensi menjadi ASN bodong,”sebut Ilham.

Untuk itu, ujarnya, sistem ini harus segera diisi oleh ASN dan perlu perhatian dari semua kepala OPD, terutama yang belum banyak mengisi. Diakuinya, terdapat 14 OPD yang banyak ASN nya belum mengisi.

Karena para ASN yang belum login ini tidak tercatat di sistem. Di antara yang belum login ini, ada yang sudah mengisi, namun belum semua diisi datanya.  Akan tetapi ada belum sama sekali mengisi ini. Dampaknya, jelas dia, bagi ASN atau PPPK yang belum mengisi SPAK dan PDM melalui My SAPK maka pelayanan manajemen kepegawaian yang bersangkutan tidak akan diproses. ASN tersebut akan terhambat naik pangkat dan lain-lain.

‘’Jika pejabat pembina kepegawaian (PPK) tidak menyelesaikan verifikasi sampai batas waktu yang ditentukan maka PPK tersebut mendapatkan teguran tertulis dari BKN,’’ tegasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional