33 Bangunan Samping Mall Terancam Dibongkar

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah lama mewacanakan pembongkaran bangunan di samping Mataram Mall Kelurahan Cilinaya, Cakranegara. Kini, 33 toko dan rumah makan yang dibangun diatas saluran tersebut terancam dibongkar oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional.

Tim dari Kementerian Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemprov NTB, Dinas Tatakota dan Pengawasan Bangunan dan Satpol PP Kota Mataram, turun mengecek dan memasang plang peringatan agar warga tidak mendirikan bangunan di atas saluran. Disamping itu, plang tersebut berisi pelanggaran Perda Nomor 12 tahun 2011 tentang tata ruang wilayah Kota Mataram serta ancaman bagi pelanggar tata ruang.

Iklan

Kasubdit Penertiban Pemanfaatan Ruang wilayah IV Kementerian ATR/BPN Mochamad Darmun menjelaskan, pemasangan papan plang peringatan di samping Mataram Mall Kelurahan Cilinaya karena terdapat pemanfaatan tata ruang berupa toko – toko di atas saluran. Konteks ini melanggar Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2011 tentang RTRW Kota Mataram. Untuk menegakan pemanfaatan rencana tata ruang ini kata Darmun, upaya dilakukan dalam Undang – Undang Nomor 26 tahun 2007 pemanfaatan tata ruang mengedepankan ultimun redium. Maksudnya, pemerintah tidak mengedepankan hukum pidana, melainkan ada sanksi administrasi, denda dan pidana. “Sanksi administrasi kewenangan kota. Pemerintah Pusat memberikan penguatan saja, sehingga ada ruang yang diestafetkan ke generasi penerus, ” katanya, Selasa, 11 Oktober 2016.

Penegakan aturan disebutkan, ada sembilan langkah. Langkah pertama dilakukan dengan memberikan plang peringatan. Kemudian, langkah 2 sampai 9 menjadi urusan Pemda. Diharapkan, tiga bulan dilakukan revitalisasi oleh Pemkot Mataram. Pihaknya akan terus memonitor, agar semua pihak tidak mengabaikan karena 33 bangunan disamping Mall ini terindikasi melakukan pelanggaran tata ruang.

Pada saatnya nanti, 33 bangunan ini akan dibongkar jika sembilan langkah tersebut sudah dilaksanakan pemerintah.

Lalu kenapa sekarang tim turun dan mengancam pembongkaran Padahal, bangunan ini telah lama melanggar dan diwacanakan akan ditertibkan? Ia mengklaim sebenarnya tidak secara tiba – tiba turun ke lapangan. Pemerintah Pusat melakukan kegiatan kawasan strategis nasional menjaga tata ruang nasional, Pemerintah Provinsi dan Pemda agar bersinergi satu sama lain.

Kepala Bidang Pengawasan Bangunan Dinas Tatakota dan Pengawasan Bangunan Kota Mataram, Lalu Suparman memastikan, pemasangan plang oleh tim ini dijamin tidak hanya sekedar formalitas. Pihaknya akan terus memantau dan mengecek, agar masyarakat tidak membangun. Indikasi pelanggaran membangun di atas saluran, sehingga mengakibat banjir.

Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar mengaku, pihaknya mendukung kegiatan Kementerian ATR/BPN dan Dinas Takowasbang. Secara aturan bangunan ini telah melanggar Perda 12 tahun 2011 tentang RTRW. Diakui, pelanggaran ini sudah lama hanya saja Pemkot Mataram masih mencarikan solusi relokasi.

Selain di Cilinaya sebutnya, dua titik pelanggaran bangunan terhadap di wilayah Sayang – sayang. Indikasi pelanggarannya, pembangunan di ruang terbuka hijau. (cem)